Berita

Ilustrasi logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Politik

Hari Purwanto:

Petinggi BEI dan OJK Mundur karena Gagal Baca Situasi Kabinet

MINGGU, 01 FEBRUARI 2026 | 20:44 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mundurnya petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bukan tanpa sebab. Gelombang pengunduran diri ini terjadi karena mereka gagal menangkap ambisi pemerintah untuk keluar dari krisis ekonomi.

"Faktor utama gelombang pengunduran diri mereka karena ketidakmampuan mengantisipasi kondisi dan situasi kekinian yang memberikan dampak signifikan," kata Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto kepada RMOL, Minggu, 1 Februari 2026.

Pimpinan BEI gagal meredam gejolak pasar. Hal ini ditandai dengan pembekuan puluhan saham emiten karena gagal memenuhi persyaratan free float (kepemilikan saham publik).


Faktor lain yang dicermati hari adalah adanya perbedaan pandangan atau langkah dalam pengambilan keputusan dengan tim ekonomi di kabinet.

"Tentunya agenda utama ‘Prabowonomics’ menjadi acuan kabinet saat ini dan itu harus satu komando," terang Hari.

Kondisi ini tentu berdampak besar bagi kalangan elite. Meski pada dasarnya, gejolak pasar tidak langsung dirasakan rakyat menengah ke bawah.

"Bagi masyarakat menengah ke bawah tidak memberikan dampak selama kebutuhan sehari-hari terpenuhi dan transaksi pasar jual beli barang masih berjalan," pungkasnya.

Gelombang pengunduran diri dimulai dari keputusan Direktur Utama PT BEI Iman Rachman yang mundur pada Jumat, 30 Januari 2026 pagi setelah IHSG anjlok hingga memicu trading halt.

Tak berselang lama, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar; Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi; dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, IB Aditya Jayaantara juga mundur.

Belum sempat mereda, Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara juga memutuskan mundur dari jabatannya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya