Berita

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (Foto: Reuters)

Dunia

Iran Balas Masukkan Tentara Uni Eropa ke Daftar Teroris

MINGGU, 01 FEBRUARI 2026 | 16:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran menyatakan angkatan bersenjata negara-negara Uni Eropa (UE) sebagai kelompok teroris pada Minggu, 1 Februari 2026. 

Keputusan itu diumumkan oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, sebagai balasan atas keputusan UE yang lebih dulu menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.

“Berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang tentang Tindakan Penanggulangan Deklarasi IRGC sebagai Organisasi Teroris, angkatan bersenjata negara-negara Eropa dianggap sebagai kelompok teroris,” kata Ghalibaf, seperti dimuat AFP


Dalam sidang parlemen, para anggota legislatif Iran mengenakan seragam hijau IRGC sebagai bentuk solidaritas.

Siaran televisi pemerintah memperlihatkan mereka meneriakkan slogan “Death to America,” “Death to Israel,” dan “Shame on you, Europe.” 

Sidang parlemen tersebut juga bertepatan dengan peringatan 47 tahun kembalinya Ruhollah Khomeini dari pengasingan, tokoh pendiri Republik Islam Iran.

IRGC merupakan sayap ideologis militer Iran yang bertugas menjaga Revolusi Islam dari ancaman internal dan eksternal. Badan ini dituduh oleh negara-negara Barat terlibat dalam penindakan keras terhadap gelombang protes yang menewaskan ribuan orang. 

UE memutuskan memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris, menyusul langkah serupa yang sebelumnya diambil Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. 

Ketegangan ini terjadi di tengah saling ancam antara Iran dan AS terkait kemungkinan aksi militer. 

Meski demikian, kedua pihak menyatakan masih terbuka untuk dialog, sementara Iran menegaskan bahwa perang tidak akan menguntungkan Iran, AS, maupun kawasan Timur Tengah.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya