Berita

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu (Foto: Istimewa)

Politik

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

MINGGU, 01 FEBRUARI 2026 | 13:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengungkap isi pertemuannya bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh di kediaman Jalan Kertanegara 4 (K4) pada Jumat lalu, 30 Januari 2026. 

Melalui unggahan di akun X pribadinya, Minggu, 1 Januari 2026, Said Didu menyebut pertemuan berlangsung cukup panjang, mulai pukul 17.00 hingga sekitar 20.45 WIB, dengan Presiden mempresentasikan langsung arah kebijakan strategis nasional.

Dikatakan bahwa diskusi berjalan dinamis dan terbuka, di mana seluruh undangan diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan secara bebas. 


Presiden Prabowo juga disebut mendengarkan secara aktif berbagai masukan yang disampaikan.

“Diskusi sangat dinamis dan Bapak Presiden mendengarkan dengan baik dan berdiskusi terhadap banyak isu strategi dan “sensitif” demi perbaikan bangsa ke depan,” tulisnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sejumlah isu strategis dan sensitif turut dibahas dalam forum tersebut, termasuk reformasi Polri dan keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP) Gaza.

“Isu-isu strategis dan sensitif seperti reformasi Polri, BoP (Boarding of Peace) Gaza juga dibahas serta isu-isu lainnya. Ini menunjukkan bahwa Bapak Presiden @prabowo sangat terbuka untuk berdiskusi,” ungkapnya.

Said Didu mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut terdapat kesepakatan untuk menjadikan agenda pengembalian kedaulatan negara dan rakyat sebagai prioritas utama, termasuk pemberantasan korupsi dan pengelolaan sumber daya alam.

Kemudian juga komitmen mereka untuk melawan pihak-pihak yang dinilai menghambat agenda pengembalian kedaulatan bangsa di berbagai sektor.

Sejumlah tokoh dilaporkan hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Peneliti Senior BRIN Siti Zuhro, mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji, mantan Ketua KPK Abraham Samad, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim, serta mantan Kepala Badan Intelijen ABRI.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya