Berita

Mantan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: Tangkapan layar)

Politik

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

MINGGU, 01 FEBRUARI 2026 | 12:25 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kehadiran mantan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 31 Januari 2026, dibaca sebagai pesan yang lebih dalam dari sekadar dukungan politik.

Analis politik dari Politika Research & Consulting, Nurul Fatta, menilai Jokowi tampil layaknya seorang bapak yang datang membawa nasihat, dorongan semangat, sekaligus kegelisahan terhadap masa depan PSI.

“Saya melihat kehadiran Jokowi di Rakernas PSI ini sebagai bapak yang penuh nasihat, memberikan semangat dan juga penuh kekhawatiran,” ujarnya kepada RMOL, Minggu, 1 Februari 2026.


Menurutnya, pesan pertama Jokowi menyinggung dinamika internal partai yang akan semakin kompleks seiring masuknya figur-figur baru. Jokowi, kata Fatta, mengingatkan bahwa perbedaan pandangan, selera, hingga pendapat politik merupakan keniscayaan yang harus dikelola secara matang oleh PSI.

Pesan kedua yang disoroti adalah dorongan Jokowi agar PSI serius membangun kerja-kerja politik dari akar rumput. Infrastruktur politik hingga ke tingkat RT dan RW dinilai menjadi kunci jika PSI ingin bertahan dan berkembang.

Selain itu, Jokowi juga memberikan suntikan semangat agar PSI menatap Pemilu 2029 dengan optimisme dan kesiapan penuh untuk meraih kemenangan.

Namun di balik pesan-pesan tersebut, Fatta menangkap sisi lain yang lebih emosional. 

“Justru saya melihat teriakan Jokowi dalam pidatonya, yang akan mati-matian bekerja untuk PSI, adalah teriakan orang yang sedang terancam, cemas, dan penuh kekhawatiran,” pungkasnya. 

Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan bahwa agar menjadi partai yang kuat, PSI harus memiliki struktur organisasi yang solid hingga ke tingkat desa, bahkan sampai RT dan RW. 

Jokowi juga menyebut, jika diperlukan, dirinya masih sanggup untuk turun langsung ke seluruh provinsi hingga ke tingkat kecamatan.




Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya