Berita

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Bisnis

Lima Petinggi OJK–BEI Mundur Massal Baru Pertama Kali sejak Reformasi

SABTU, 31 JANUARI 2026 | 23:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Mundurnya lima petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) secara massal merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi dalam sejarah sektor keuangan nasional.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, pengunduran diri massal tersebut sebagai preseden serius sejak era reformasi.

“Baru pertama kali terjadi ketua dari OJK sejak OJK dibentuk, bahkan atau bisa dikatakan sejak reformasi tahun 98 ini belum pernah terjadi,” kata Bhima dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu 31 Januari 2026.


Ia menduga pengunduran diri itu dilakukan bukan hanya karena IHSG yang merosot hingga menyebabkan trading halt dua hari beruntun, tapi karena permasalahan yang lebih kompleks.

“Dan sepertinya bukan hanya soal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kemarin dikritik atau di-suspend oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), tapi ada yang lebih dalam daripada itu,” kata Bhima.

Menurut Bhima, persoalan yang memicu gejolak ini merupakan akumulasi berbagai kebijakan yang dinilai mencederai independensi otoritas moneter dan keuangan.

“ini akumulasi mulai dari adanya intervensi pada independensi Bank Indonesia, kemudian adanya akuisisi pada beberapa lahan yang kemudian dikelola oleh Agrinas, dikelola oleh BUMN Danantara,” kata Bhima.

Ia juga menyoroti perubahan regulasi di pasar modal yang dinilai sarat intervensi, khususnya terkait kelonggaran penempatan dana asuransi dan jasa keuangan di saham.

"Tadinya hanya 8 persen boleh penempatan di saham tapi sekarang bisa mencapai 20 persen,” kata Bhima.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya