Berita

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto saat melepas bantuan untuk korban bencana di Jawa Barat. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Politik

Bus Klinik dan Truk Laundry, Cara PDIP Bantu Korban Longsor Bandung Barat

SABTU, 31 JANUARI 2026 | 18:18 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemberian bantuan bagi korban bencana alam tak melulu barang ataupun peralatan.

PDI Perjuangan memilih jalan lain dengan mengirim Bus Klinik untuk layanan kesehatan korban dan jasa pencucian melalui truk laundry ke wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat guna membantu masyarakat terdampak banjir serta tanah longsor.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut ini sebagai bentuk kerja tulus ke masyarakat.


"Bagi kami elektoral adalah buah dari kerja-kerja tulus di tengah rakyat," ujar Hasto saat melepas Tim Relawan Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu 31 Januari 2026.

Lebih mendalam, isi dari Bus Klinik Berjalan, terdapat alat pemeriksaan mata modern (auto-refractor) hingga ketersediaan obat-obatan esensial.

Di saat yang bersamaan, Ketua DPP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning serta jajaran pengurus DPP PDIP lainnya, seperti Deddy Yevri Sitorus, Charles Honoris, Yuke Yurike memastikan bahwa PDIP menghadirkan inovasi bantuan ini untuk membantu kebutuhan warga di pengungsian.

"Atas prakarsa Mbak Ribka Tjiptaning, kami mengirimkan truk khusus untuk laundry. Warga yang terdampak longsor seringkali kesulitan pakaian bersih, jadi ini bantuan yang sangat praktis dan dibutuhkan," kata Hasto.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya