Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Dunia

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

SABTU, 31 JANUARI 2026 | 14:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Australia terus memantau perkembangan virus Nipah dengan sangat cermat, menyusul diperketatnya pemeriksaan kesehatan penumpang di sejumlah bandara di Asia terkait wabah mematikan tersebut.

Menteri Kesehatan Australia, Mark Butler, menegaskan bahwa ancaman virus Nipah ditanggapi dengan serius oleh otoritas kesehatan negaranya. Ia mengatakan pemerintah federal terus memantau situasi terbaru, terutama setelah negara-negara Asia memperketat aturan biosekuriti bagi pelancong internasional. 

“Kami memiliki protokol yang sangat jelas untuk pelancong yang sakit saat mereka datang dari mana pun mereka berasal di seluruh dunia,” ujar Butler, dikutip dari 9News, Sabtu 31 Januari 2026.


Menurut Butler, hingga saat ini belum ada rekomendasi untuk mengubah protokol kesehatan di Australia. Meski begitu, pemantauan dilakukan setiap hari untuk memastikan langkah pencegahan tetap memadai. 

Pernyataan ini disampaikan setelah dua petugas kesehatan di India dilaporkan tertular virus Nipah pada Desember lalu. Meski penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi, hampir 200 orang yang sempat melakukan kontak dengan kedua pasien tersebut dilaporkan tidak menunjukkan gejala.

Virus Nipah pertama kali teridentifikasi pada 1999 di Malaysia. Virus ini secara alami ditemukan pada kelelawar dan dapat menular ke hewan lain serta manusia. Penularan ke manusia bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi atau melalui makanan, termasuk buah-buahan yang terkontaminasi.

Butler menjelaskan bahwa penularan virus Nipah dari manusia ke manusia relatif sulit terjadi. Namun, risiko tetap tinggi jika seseorang terinfeksi. “Jika Anda tertular, tingkat kematiannya sangat, sangat tinggi, yaitu antara 40 persen hingga 75 persen. Jadi, kami menanggapinya dengan serius,” ujarnya.

Virus Nipah terutama ditemukan di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Bangladesh, dan Singapura. Jejak virus ini juga terdeteksi pada populasi kelelawar di Indonesia, bahkan hingga Ghana di Afrika. Hingga kini belum tersedia vaksin untuk virus Nipah. 

Oleh karena itu, otoritas kesehatan Australia mengimbau para pelancong yang menuju daerah dengan kasus Nipah untuk menjaga kebersihan diri dan menghindari kontak dengan hewan, terutama monyet dan kelelawar, sebagai langkah pencegahan utama.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya