Ketua MPR RI Ahmad Muzan (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube NU Online)
Ketua MPR RI Ahmad Muzani melontarkan candaan yang mengundang tawa saat menegaskan pentingnya memperkuat Nahdlatul Ulama (NU) demi ketangguhan bangsa Indonesia.
Candaan itu disampaikan Muzani dalam sambutannya pada perayaan Harlah 100 Tahun NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu 31 Januari 2026.
“Negara perlu NU kuat. Kenapa negara perlu NU kuat? Kalau NU kuat, Indonesia akan kuat,” ujar Muzani.
Dengan nada berseloroh, Muzani menjelaskan makna NU yang kuat.
“Bagaimana caranya NU kuat? NU kuat itu apabila jam'iyah NU itu kuat makan. NU kuat itu apabila jamaah NU itu sehat. NU kuat itu apabila jamaah NU itu kenyang. NU kuat itu apabila jamaah NU itu ada pekerjaan. NU kuat itu apabila jamaah NU itu dompetnya tebal,” kelakarnya yang disambut tepuk tangan warga Nahdliyin.
Menurut Muzani, prinsip tersebut sejalan dengan cita-cita membangun bangsa yang kuat dan sejahtera.
“Indonesia akan kuat apabila rakyatnya sehat, Indonesia akan kuat apabila rakyatnya bekerja, Indonesia kuat apabila ada sehat, pikirannya sehat, otaknya cerdas, kerjanya ada,” kata politikus Partai Gerindra itu.
Ia menambahkan, keseimbangan antara kesejahteraan dunia dan akhirat merupakan nilai yang terus diajarkan ulama dan kiai NU.
“Dan itulah yang dimaksud saya kira dengan doa kita, Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah. Dunianya hasanah, akhiratnya hasanah,” ucap Muzani.
Nilai tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari pengabdian NU kepada bangsa dan negara yang terus ditanamkan oleh para kiai, nyai, dan guru di pesantren.
“Memberi pengabdian negara kadang dipuji, memberi pengabdian negara kadang dimaki. Pimpinan NU, santri NU, pengurus NU, kyai NU, tidak perlu pujian, tidak perlu makian, tapi yang penting bagi NU adalah ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Muzani menyampaikan doa dan semangat bagi NU.
“Selamat berjuang untuk 100 tahun kedua NU,” pungkasnya.