Berita

Ketua MPR RI Ahmad Muzani (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube NU Online)

Politik

Harlah ke-100 NU

Ketua MPR: Bangsa Ini Berutang pada NU

SABTU, 31 JANUARI 2026 | 13:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Bangsa Indonesia memiliki utang besar kepada Nahdlatul Ulama (NU) atas peran konsistennya dalam menjaga ketenangan, persatuan, dan kekuatan bangsa, terutama saat menghadapi berbagai bencana nasional.

Hal tersebut disampaikan Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam sambutannya di hadapan warga Nahdliyin pada puncak perayaan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu 31 Januari 2026. 

“NU selalu tampil ke depan dalam menyelamatkan bangsa. Ketika berbagai bencana melanda tanah air—mulai dari tsunami Aceh hingga bencana di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi—para kiai lah yang menenangkan rakyat,” ujar Muzani.


Menurutnya, para kiai NU memiliki peran penting dalam menenangkan umat di tengah krisis melalui pemahaman keagamaan yang menyejukkan.

“Kiai-kiai lah yang menenangkan umatnya bahwa bencana ini datang dari Allah, bahwa bencana adalah ujian kesabaran, dan bagian dari ujian kekuatan kita,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, lanjut Muzani, masyarakat mampu menerima musibah dengan penuh kesabaran dan ketenangan sebagai bagian dari perjalanan hidup.

“Maka rakyat pun menjadi tenang dan sabar, menerima bencana sebagai bagian dari kehidupan yang harus kita terima sebagai ketentuan dari Allah,” tutur politikus Partai Gerindra itu.

Muzani menambahkan, pesan-pesan keteduhan dari para kiai NU disampaikan secara luas melalui berbagai sarana keagamaan di tengah masyarakat.

“Itulah cara kiai menenangkan umat dan rakyatnya. Pesan-pesan itu dikumandangkan di langgar, musala, majelis taklim, dan berbagai tempat lainnya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti peran spiritual NU dalam menjaga keselamatan bangsa melalui doa-doa yang terus dipanjatkan oleh para kiai dan warga Nahdliyin.

“Doa untuk bangsa dan negara dipanjatkan dengan berbagai cara—istighosah, yasinan, tahlilan, zikir, dan salawatan. Semua dilakukan demi keselamatan bangsa dan negara,” ucapnya.

Menurut Muzani, kekuatan spiritual tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat Indonesia tetap kokoh dan bersatu hingga saat ini.

“Barangkali itulah yang membuat kita tetap kuat, tetap bersatu, dan mampu menghadapi berbagai ujian hingga sekarang,” tegasnya.

“Karena itulah, bangsa ini berutang kepada NU,” pungkas Muzani.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

UPDATE

Board of Peace: Pergeseran Rational Choice ke Pragmatisme Politik

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:45

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

Kawasan Industri Jateng Motor Baru Transformasi Ekonomi Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:58

Ustaz Adi Hidayat Sambangi Markas Marinir

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:42

Ketua BEM UGM: Semakin Ditekan, Justru Kami Semakin Melawan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:26

Praktisi Hukum: Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bisa jadi Alat Kriminalisasi Pengusaha

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:06

PBNU dan Majelis Alumni IPNU Peroleh Wakaf Alquran di Bulan Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:45

Kejagung Tegaskan Hukuman Mati ABK di Kasus Narkoba sesuai Fakta Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:30

Mantan Danyon Sat 71.2 Kopassus Jabat Dandim 0509 Kabupaten Bekasi

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:15

KPK Bakal Kulik Dugaan Aliran Uang Suap Importasi ke Dirjen Bea Cukai

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya