Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube PSI)

Politik

Jokowi Dorong PSI Bangun Mesin Politik Raksasa hingga Level RT/RW

SABTU, 31 JANUARI 2026 | 13:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak main-main dalam mematok ekspektasi bagi masa depan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

Dalam arahannya di Rapat Kerja Nasional (Rakernas I) PSI 2026 di Makassar, Jokowi menegaskan bahwa ambisi besar partai harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur yang luar biasa. 

Ia mengibaratkan target politik PSI sebagai beban berat yang mustahil ditarik jika partai hanya mengandalkan "mesin" yang kecil dan terbatas.


"Karena kita perlu mesin besar. Kita memerlukan mesin besar, karena target PSI adalah target yang besar," tegas Jokowi lugas, yang disambut sorakan para hadirin.  

Hadir dalam acara tersebut, sejumlah elite PSI, di antaranya Ketua Harian PSI Ahmad Ali, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni, Rusdi Masse, serta pengurus lainnya.

Menurut Jokowi, jika PSI ingin melompat lebih tinggi dan mencapai target-target politik yang ambisius, mereka tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. 

Struktur organisasi yang hanya berhenti di tingkat kabupaten/kota (DPD) dianggap tidak akan cukup untuk memenangkan pertarungan di akar rumput.

Jokowi pun memberikan instruksi spesifik: PSI harus melakukan ekspansi struktur hingga ke titik paling ujung di lingkungan masyarakat.

"Target PSI ini target besar, targetnya tinggi, jadi mesinnya harus mesin besar. Tidak bisa struktur hanya sampai DPD, tidak bisa. Sekali lagi, struktur harus sampai desa, RT/RW," ucapnya menekankan pentingnya penetrasi basis massa hingga ke lapisan terbawah.

Pesan ini menjadi alarm bagi seluruh kader bahwa untuk menjadi pemenang, PSI harus bertransformasi dari sekadar partai perkotaan menjadi kekuatan politik yang hadir di setiap gang dan pelosok desa di Indonesia.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya