Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung. (Foto: Dokumentasi RMOL)
Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung. (Foto: Dokumentasi RMOL)
Nasky menyebut mantan Panglima TNI itu telah menyampaikan narasi propaganda dan memprovokasi publik dengan memotong serta menafsirkan frasa “sampai titik darah penghabisan” tanpa memahami substansi pernyataan Kapolri dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu menegaskan bahwa pernyataan Kapolri tersebut bukan bentuk pembangkangan terhadap Presiden. Ia justru menilai tudingan, penggiringan opini liar, dan framing negatif yang dilontarkan Gatot Nurmantyo di berbagai platform media sosial sebagai upaya membenturkan institusi negara.
Populer
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16
Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15
Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07
Senin, 26 Januari 2026 | 00:29
Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25
Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15
UPDATE
Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:06
Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:58
Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:51
Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:41
Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:17
Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:04
Sabtu, 31 Januari 2026 | 06:29
Sabtu, 31 Januari 2026 | 06:06
Sabtu, 31 Januari 2026 | 05:49
Sabtu, 31 Januari 2026 | 05:20