Berita

Ilustrasi logo Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia.

Bisnis

Pimpinan OJK-BEI Ternyata Dipaksa Mundur, Ini Alasannya

SABTU, 31 JANUARI 2026 | 11:39 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu membongkar alasan di balik mundurnya jajaran pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya, pengunduran diri mereka bukanlah bentuk tanggung jawab moral, melainkan akibat paksaan langsung dari penguasa.

"Banyak pihak memberi apresiasi seolah itu tanggung jawab. Padahal yang terjadi adalah mereka dipaksa mundur oleh penguasa sebelum jam 18.00 pada 30 Januari 2026," kata Said Didu dikutip dari akun X miliknya, Sabtu, 31 Januari 2026.

Said Didu menyebut langkah tersebut merupakan upaya awal untuk meredam krisis dan memperbaiki kondisi BEI serta OJK yang telah lama disorot publik. Ia menuding selama ini bursa efek telah dimanfaatkan sebagai alat oligarki untuk mengeruk uang rakyat melalui praktik penggorengan saham dan skema manipulatif lainnya, yang disebutnya berjalan dengan restu pimpinan OJK dan BEI.


“Bursa digunakan sebagai tempat oligarki mengeruk uang rakyat, menggoreng harga saham, dan praktik lainnya. Itu tidak mungkin terjadi tanpa restu pimpinan OJK dan BEI,” tegasnya.

Lebih jauh Said Didu menyoroti proses seleksi pimpinan lembaga negara seperti BI dan OJK yang melibatkan DPR. Ia menyebut sudah menjadi rahasia umum bahwa proses tersebut membutuhkan anggaran besar dan upeti jabatan.

Ia bahkan menduga pemberian program Corporate Social Responsibility (CSR) OJK kepada anggota DPR yang berujung korupsi dan kasusnya kini ditangani KPK sebagai bagian dari praktik tersebut.

“Seleksi pimpinan lembaga oleh DPR butuh anggaran besar dan upeti jabatan. CSR OJK ke anggota DPR patut diduga sebagai bentuk upeti,” ungkapnya.

Said Didu berharap Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan momentum sanksi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap BEI untuk melakukan pembenahan total terhadap tata kelola pasar modal nasional.

“Presiden Prabowo harus menggunakan momentum sanksi MSCI ini untuk memperbaiki BEI dan OJK secara tuntas, termasuk mekanisme seleksi pimpinan di DPR,” pungkasnya.

Diketahui, Iman Rachman menyatakan mundur sebagai Direktur Utama BEI pada Jumat, 30 Januari 2026. Keputusannya diumumkan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami gejolak tajam dan dua hari turun drastis, yang memicu kekhawatiran di pasar modal.

Iman mengatakan mundurnya sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal Indonesia dan berharap langkah itu bisa menjadi yang terbaik bagi pasar modal.

Di hari dan alasan yang sama, empat pimpinan OJK menyatakan mundur. Mereka adalah Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar; Wakil Ketua Mirza Adityaswara; Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) Inarno Djajadi; Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) Aditya Jayaantara.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya