Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Kurang Bergairah Sambut Kevin Warsh

SABTU, 31 JANUARI 2026 | 08:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penunjukan Kevin Warsh sebagai calon ketua bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) pengganti Jerome Powell nampaknya tidak disambut positif oleh pelaku pasar saham AS. 

Sentimen pasar cenderung melemah karena Warsh dinilai memiliki pandangan kebijakan moneter yang lebih ketat atau hawkish. Dampaknya langsung terlihat di Wall Street. 

Dikutip dari Reuters, Sabtu 31 Januari 2026, pada penutupan perdagangan Jumat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 179,09 poin atau 0,36 persen ke level 48.892,47. Indeks S&P 500 melemah 0,43 persen ke 6.939,03, sementara Nasdaq Composite terkoreksi paling dalam, turun 0,94 persen ke 23.461,82.


Tekanan juga terasa pada saham berkapitalisasi kecil. Indeks Russell 2000 merosot 1,6 persen dan tertinggal dibandingkan indeks saham berkapitalisasi besar, mencerminkan sikap investor yang semakin berhati-hati terhadap aset berisiko.

Selain isu The Fed, investor juga mencerna laporan kinerja emiten, data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan, serta meningkatnya kekhawatiran akan potensi penutupan pemerintahan AS (government shutdown). Ketegangan geopolitik, termasuk hubungan AS dengan Iran, turut membebani sentimen pasar.

Warsh, mantan gubernur The Fed berusia 55 tahun, diperkirakan mendukung suku bunga yang lebih rendah, namun tidak seagresif kandidat lain dalam melonggarkan kebijakan moneter. Jika dikonfirmasi Senat, ia akan mulai menjabat sebagai ketua The Fed pada Mei 2026, seiring berakhirnya masa jabatan Powell, dengan pandangan yang menekankan peran bank sentral yang lebih terbatas dalam perekonomian.

“Pasar sedang menyesuaikan diri dengan pilihan Trump terhadap Kevin Warsh dan arah kebijakan moneter ke depan,” ujar Michael Hans, Chief Investment Officer Citizens Wealth. Ia menambahkan, penguatan dolar AS dan aksi jual di pasar logam mulia mencerminkan perubahan posisi investor.

Dari sisi emiten, saham Apple menguat 0,4 persen setelah sebelumnya tertekan usai merilis laporan keuangan kuartalan. Saham teknologi besar bergerak bervariasi, dengan Microsoft turun 0,7 persen dan Meta Platforms melemah 3 persen, sementara Tesla melonjak 3,3 persen dan menjadi penopang utama S&P 500 di tengah kabar potensi kerja sama SpaceX dengan Tesla dan perusahaan lain milik Elon Musk.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya