Berita

Ilustrasi (Dokumen RMOL)

Bisnis

OJK Buka Pintu bagi Danantara dalam Rencana Demutualisasi BEI

SABTU, 31 JANUARI 2026 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan respon positif atas ketertarikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk menjadi bagian dari pemegang saham bursa. 

Langkah ini sejalan dengan agenda percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menjadi pilar transformasi struktural di pasar modal tanah air.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, sebelum menyampaikan pengunduran dirinya, sempat menyatakan bahwa OJK akan meninjau rencana ini secara proporsional.


“Tentunya ini akan kita kaji ya secara kondusif, proporsional, bahwa kita akan welcome kepada siapapun pemegang saham. Jadi, kita tentunya akan welcome sesuai dengan Undang-Undang,” ujar Inarno dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 30 Januari 2026.

Proses perubahan status bursa dari lembaga nirlaba berbasis keanggotaan menjadi entitas korporasi (demutualisasi) ini ditargetkan rampung payung hukumnya pada kuartal I 2026. OJK berkomitmen untuk memperketat pengawasan selama masa transisi ini.

“Proses untuk demutualisasi akan kami laksanakan. Surveillance dan enforcement akan kami tingkatkan,” tegas Inarno.

Ia juga menambahkan bahwa OJK siap bergerak gesit dalam menyesuaikan regulasi serta berkoordinasi dengan lintas instansi.

“Artinya memang kalau sekiranya dan tentunya aka nada perubahan-perubahan, kita akan lakukan. Tentunya dengan stakeholder yang ada, artinya dengan Kementerian Keuangan atau kemenkum, dan segala macam.”

Di sisi lain, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menilai percepatan demutualisasi adalah langkah krusial untuk memperkuat akuntabilitas dan memperdalam pasar modal. Menurutnya, pemisahan fungsi kepemilikan dan pengelolaan akan membuat tata kelola bursa jauh lebih profesional.

“Danantara memandang percepatan demutualisasi sebagai langkah yang selaras dengan praktik internasional dalam memperkuat infrastruktur pasar keuangan,” kata Rosan.

Mengingat sekitar 30 persen kapitalisasi pasar di BEI disumbang oleh BUMN, Rosan menekankan pentingnya transparansi tingkat tinggi.

“Danantara dan pihak lainnya memiliki kepentingan besar karena hampir 30 persen kapitalisasi pasar Bursa Efek berasal dari BUMN. Oleh karena itu, transparansi dan tata kelola yang baik harus terus dijunjung tinggi,” tambahnya.

Rosan juga menyoroti bahwa keterlibatan sovereign wealth fund dalam ekosistem bursa adalah praktik lazim di mancanegara yang tidak akan mengganggu independensi pasar.

“Langkah ini dipandang sangat positif untuk memperdalam pasar, meningkatkan transparansi, dan memperkuat Bursa Efek Indonesia ke depan,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Danantara berkomitmen untuk mendukung terciptanya pasar modal yang kredibel sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi ekonomi nasional.

“Danantara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan institusi dan praktik tata kelola yang baik di pasar keuangan, sejalan dengan mandatnya sebagai pengelola investasi negara dan bagian dari ekosistem pasar modal Indonesia,” ujar Rosan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya