Berita

Rehabilitasi Mangrove, BNI Dorong Pemulihan Lingkungan dan Ekonomi Pesisir Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Program Mangrove BNI Perkuat Lingkungan dan Ekonomi Pesisir Banyuwangi

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 21:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kemajuan positif ditorehkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dalam program rehabilitasi mangrove yang dijalankan hingga akhir 2025. 

Salah satu inisiatif utama tersebut adalah Program Regenerasi Hutan Mangrove Teluk Pangpang di Banyuwangi, Jawa Timur, yang dirancang untuk memulihkan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Program rehabilitasi mangrove ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI pada pilar keberlanjutan, khususnya aspek Inclusion & Resilience. 


Kegiatan tersebut menargetkan kawasan pesisir yang mengalami penurunan tutupan mangrove akibat abrasi pantai, alih fungsi lahan menjadi tambak, serta aktivitas penebangan liar yang mengancam keseimbangan ekosistem.

Program yang berlangsung sejak Agustus 2024 hingga Agustus 2027 ini mencakup rangkaian kegiatan terintegrasi, mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan mangrove secara berkelanjutan. 

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, inisiatif tersebut dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.

“BNI berkomitmen menjalankan program TJSL yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir,” ujar Okki lewat keterangan resminya, Jumat, 30 Januari 2026.

Pelaksanaan Program Regenerasi Hutan Mangrove Teluk Pangpang mengusung konsep Creating Shared Value (CSV), yang menekankan penciptaan nilai bersama antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. 

Melalui pendekatan ini, BNI tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga memperkuat peran korporasi dalam agenda pembangunan berkelanjutan nasional. 

Program tersebut selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 13 (Aksi Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Darat).

Kegiatan rehabilitasi mangrove melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Baret serta partisipasi aktif perempuan dan pemuda pesisir. Keterlibatan masyarakat lokal dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan hasil rehabilitasi, sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap kawasan mangrove yang direstorasi.

Dari sisi lingkungan, regenerasi mangrove di Teluk Pangpang memberikan dampak signifikan, antara lain mengurangi abrasi pantai, meningkatkan kualitas perairan, serta memulihkan habitat berbagai biota pesisir seperti kepiting soka, ikan lemuru, dan burung migrasi. Ekosistem mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang efektif, sehingga berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

Tidak hanya berfokus pada aspek ekologis, BNI juga mengintegrasikan penguatan ekonomi masyarakat melalui tiga intervensi utama, yakni pengembangan kawasan eduwisata mangrove, penguatan unit pembibitan mangrove sebagai sumber pendapatan baru, serta revitalisasi infrastruktur pendukung untuk menunjang aktivitas sosial dan ekonomi warga pesisir.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas lokal, BNI menyelenggarakan berbagai pelatihan dan lokakarya terkait teknik pembibitan dan perawatan mangrove, konservasi berbasis masyarakat, hingga pengelolaan wisata edukatif. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ekologis, memperkuat kohesi sosial, serta membuka peluang usaha baru berbasis konservasi.

“Melalui rehabilitasi mangrove ini, BNI ingin memastikan bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat, sehingga tercipta manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” tegas Okki.

Ke depan, BNI menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan praktik keberlanjutan yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Program rehabilitasi mangrove di Banyuwangi menjadi salah satu wujud peran aktif BNI dalam mendukung ketahanan ekosistem pesisir serta mendorong pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya