Berita

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Politik

Tak Benar Istana Cawe-cawe Pengunduran Diri Dirut BEI

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 20:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah membantah terlibat dalam pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Iman Rachman mundur di tengah gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok selama dua hari perdagangan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, keputusan mundur itu sepenuhnya merupakan kewenangan Iman Rachman sebagai pimpinan BEI, bukan hasil intervensi pemerintah.

"Enggak. Itu kewenangan tersendiri kan," ujar Prasetyo di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat 30 Januari 2026.


Prasetyo menekankan, pemerintah saat ini tengah fokus memastikan bursa saham Indonesia tetap sehat, transparan, dan berjalan sesuai kaidah yang berlaku secara internasional.

"Tapi bahwa tadi yang disampaikan bukan dalam rangka mengatur mundur atau tidak tapi bagaimana juga negara mengatur supaya bursa kita sehat, transparan, memenuhi, kaidah-kaidah, bagaimana perusahaan-perusahaan di negara yang lain dan begitu. Kan masalahnya itu," kata Prasetyo.

Ia menilai pengunduran diri Iman sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada publik, setelah trading halt dua hari beruntun.

"Tentunya kita menghormati keputusan itu. Kalau kita lihat dari statement-nya, itu kan bentuk pertanggungjawabannya dari kejadian yang lalu," tambah Prasetyo.

Ia pun menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, dan kejadian tersebut akan dijadikan momentum untuk memperbaiki regulasi.

"Peristiwa dua hari yang lalu ini kan kita ambil hikmahnya," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya