Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers rapat koordinasi di Kantor BPI Danantara, Jakarta, Jumat 30 Januari 2026. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Prabowo Langsung Kasih Arahan Anak Buah Buntut Pasar Saham Terguncang

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 20:12 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan langsung terkait pembenahan struktural di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai gejolak pasar saham selama dua hari beruntun.

“Kami memonitor atas arahan Bapak Presiden, dan Bapak Presiden sudah memonitor terkait perkembangan pasar modal akibat daripada regulasi ataupun apa yang dilakukan oleh MSCI, dan juga dilakukan oleh rating yang lain seperti UBS dan Goldman Sachs,” ujar Airlangga dalam konferensi pers seusai rapat koordinasi di Kantor BPI Danantara, Jakarta, Jumat 30 Januari 2026.


Dalam arahannya, Prabowo meminta percepatan proses demutualisasi bursa, penyesuaian aturan free float dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 15 persen, hingga peningkatan batas penempatan dana pensiun dan asuransi di pasar modal dari 8 persen menjadi 20 persen.

“Ini adalah transformasi struktural, di mana mengurangi benturan kepentingan di bursa efek antara pengurus bursa dengan anggota bursa, dan juga untuk mencegah praktek pasar yang tidak sehat,” kata Airlangga.

Selain itu, kata Airlangga, Prabowo juga meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BI untuk menetapkan aturan yang meningkatkan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

“Dan ini ditargetkan, kemarin juga sudah diumumkan oleh OJK di bulan Maret ini,” sambungnya.

Selanjutnya, peningkatan penempatan dana pensiun dan asuransi di pasar modal. Menurut Airlangga, regulasi yang baru ini semakin sejalan dengan standar yang digunakan oleh negara-negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). 

“Jadi kita sudah semakin mendekati kepada permintaan dari pada standar internasional. Dan Indonesia komitmen untuk mengadopsi standar-standar tersebut, agar tentunya kita bisa mempertahankan di standar emerging market,” kata Airlangga.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya