Presiden AS, Donald Trump (Foto: NBC)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang dialog dengan Iran dan menyatakan harapannya agar ketegangan antara dua negara tidak berujung pada konflik bersenjata.
Pernyataan itu disampaikan Trump di tengah meningkatnya eskalasi, menyusul pengerahan armada laut AS ke kawasan Timur Tengah.
Trump mengatakan dirinya telah dan akan terus membuka peluang dialog dengan Iran, meskipun sebelumnya ia memperingatkan bahwa waktu bagi Teheran semakin menipis.
"Saya sudah melakukannya dan saya sedang merencanakannya," ujarnya, seperti dikutip dari
Reuters, Jumat, 30 Januari 2026.
Dalam kesempatan terpisah saat berbicara kepada media di pemutaran perdana film dokumenter tentang istrinya, Melania Trump, Presiden AS itu menyinggung keberadaan kekuatan militer negaranya yang dikerahkan ke kawasan.
“Kami memiliki rombongan yang akan berangkat ke suatu tempat bernama Iran, dan mudah-mudahan kami tidak perlu menggunakannya,” kata Trump.
Trump kembali menekankan bahwa meskipun Amerika Serikat mengirim kapal-kapal perang berukuran besar dan berdaya hancur tinggi, ia berharap langkah tersebut tidak perlu diwujudkan dalam aksi militer.
“Saat ini kita memiliki banyak sekali kapal yang sangat besar dan sangat kuat yang berlayar ke Iran, dan akan lebih baik jika kita tidak perlu menggunakannya," ujarnya kepada wartawan di Kennedy Centre.
Pernyataan Trump muncul di tengah ancaman keras dari Iran yang memperingatkan akan menyerang pangkalan militer dan kapal induk Amerika Serikat jika terjadi serangan terhadap negaranya.
Juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia mengatakan bahwa kapal induk AS dalam bahaya dan sejumlah pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk berada dalam jangkauan rudal jarak menengah Iran.
"Jika kesalahan perhitungan seperti itu dilakukan oleh Amerika, tentu saja hasilnya tidak akan sesuai dengan yang dibayangkan Trump," ujarnya.