Berita

Presiden AS, Donald Trump (Foto: NBC)

Dunia

Trump Buka Peluang Dialog, Berharap Eskalasi AS-Iran Tak Berujung Perang

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 16:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang dialog dengan Iran dan menyatakan harapannya agar ketegangan antara dua negara tidak berujung pada konflik bersenjata. 

Pernyataan itu disampaikan Trump di tengah meningkatnya eskalasi, menyusul pengerahan armada laut AS ke kawasan Timur Tengah.

Trump mengatakan dirinya telah dan akan terus membuka peluang dialog dengan Iran, meskipun sebelumnya ia memperingatkan bahwa waktu bagi Teheran semakin menipis. 


"Saya sudah melakukannya dan saya sedang merencanakannya," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 30 Januari 2026. 

Dalam kesempatan terpisah saat berbicara kepada media di pemutaran perdana film dokumenter tentang istrinya, Melania Trump, Presiden AS itu menyinggung keberadaan kekuatan militer negaranya yang dikerahkan ke kawasan.

“Kami memiliki rombongan yang akan berangkat ke suatu tempat bernama Iran, dan mudah-mudahan kami tidak perlu menggunakannya,” kata Trump.

Trump kembali menekankan bahwa meskipun Amerika Serikat mengirim kapal-kapal perang berukuran besar dan berdaya hancur tinggi, ia berharap langkah tersebut tidak perlu diwujudkan dalam aksi militer.

“Saat ini kita memiliki banyak sekali kapal yang sangat besar dan sangat kuat yang berlayar ke Iran, dan akan lebih baik jika kita tidak perlu menggunakannya," ujarnya kepada wartawan di Kennedy Centre.

Pernyataan Trump muncul di tengah ancaman keras dari Iran yang memperingatkan akan menyerang pangkalan militer dan kapal induk Amerika Serikat jika terjadi serangan terhadap negaranya. 

Juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia mengatakan bahwa kapal induk AS dalam bahaya dan sejumlah pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk berada dalam jangkauan rudal jarak menengah Iran.

"Jika kesalahan perhitungan seperti itu dilakukan oleh Amerika, tentu saja hasilnya tidak akan sesuai dengan yang dibayangkan Trump," ujarnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya