Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP)

Global

Trump Beri Ancaman Tarif ke Negara Pemasok Minyak Kuba

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 14:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif terhadap negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.

Ancaman itu dituangkan dalam sebuah executive order, meski tidak disertai rincian mengenai besaran tarif maupun negara yang akan menjadi sasaran kebijakan tersebut.

Dalam perintah eksekutif yang diteken pada Kamis waktu setempat, 29 Januari 2025, Trump menyatakan bahwa kebijakan, praktik, dan tindakan Pemerintah Kuba merupakan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa bagi AS. 


Ancaman kenaikan tarif tersebut dapat menyasar negara-negara yang secara langsung atau tidak langsung menjual atau menyediakan minyak apa pun ke Kuba.

"Di bawah sistem ini, bea masuk ad valorem tambahan dapat dikenakan pada impor barang yang merupakan produk dari negara asing yang secara langsung atau tidak langsung menjual atau menyediakan minyak ke Kuba," tegas Trump, seperti dikutip dari Al Jazeera. 

Namun hingga kini, pemerintah AS belum mengungkap negara mana saja yang berpotensi terkena kebijakan tersebut.

Menanggapi hal itu, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan bahwa Washington tidak memiliki otoritas moral untuk memaksakan kesepakatan terhadap negaranya.

Sementara Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez menegaskan bahwa negaranya memiliki hak mutlak untuk mengimpor bahan bakar dari negara mana pun yang siap, tanpa campur tangan atau tunduk pada tindakan paksaan sepihak dari AS.

Kebijakan pemerintahan Trump yang menyita kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi telah memperburuk krisis bahan bakar dan listrik di Kuba. 

Negara tersebut kini menghadapi pemadaman listrik bergilir, sementara warga kesulitan mendapatkan pasokan listrik yang stabil.

Meksiko, bersama dengan Venezuela, menyediakan sebagian besar pasokan minyak Kuba, tetapi minyak mentah Venezuela telah terputus sejak penculikan mantan Presiden Maduro oleh AS pada 3 Januari.

Menurut The Financial Times, Meksiko memasok sekitar 44 persen impor minyak Kuba, dan Venezuela memasok 33 persen hingga bulan lalu. Sekitar 10 persen juga berasal dari Rusia dan sebagian kecil dari Aljazair.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya