Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di Danantara Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Menkeu Purbaya Nilai Mundurnya Dirut BEI Sebagai Sinyal Positif bagi Investor

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 12:55 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Imam Rachman sebagai langkah positif di tengah gejolak pasar modal yang terjadi selama dua hari berturut-turut.

Menurut Purbaya, keputusan mundur itu mencerminkan tanggung jawab atas masalah yang muncul di bursa, termasuk penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama dua hari.

“Tanggapan saya itu saya pikir positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang muncul di bursa kemarin,” kata Purbaya dalam keterangan pers di Danantra Indonesia, Jakarta, Jumat 30 Januai 2026. 


Menteri Keuangan menekankan bahwa mundurnya Imam merupakan konsekuensi dari kelalaiannya dalam menindaklanjuti masukan dan pertanyaan dari lembaga indeks global MSCI, yang disebutnya sebagai kesalahan serius.

“Karena dia tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan dia yang fatal,” ujarnya.

Purbaya menambahkan, jika persoalan tersebut tidak segera dibenahi, dampaknya bisa meluas dan memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Padahal, pemerintah tengah berupaya memperkuat fondasi perekonomian, termasuk melalui perombakan di bea cukai dan administrasi pajak.

“Kalau nggak cepat dibetulkan, bisa mengganggu sektor lain. Padahal kami sedang memperbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Lebih jauh, Purbaya menilai pengunduran diri Dirut BEI menjadi sinyal positif bagi investor, baik di pasar modal maupun sektor riil.

“Kalau saya pikir, itu sinyal yang positif. Investor di pasar modal maupun sektor riil melihat bahwa kita menangani masalah dengan cepat dan serius,” tegasnya.

Ia optimistis langkah cepat dan tegas ini akan meningkatkan kepercayaan investor yang sebelumnya ragu menanamkan modal.

“Jadi yang tadinya ragu-ragu, harusnya kini lebih yakin bahwa arah ke depan lebih baik. Mereka akan berani investasi di pasar modal maupun sektor riil,” pungkas Purbaya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya