Berita

Ilustrasi (Foto: Al Jazeera)

Dunia

Geng Bersenjata Gunakan Senjata Israel untuk Bunuh Hamas dan Warga Gaza

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 12:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Geng-geng bersenjata dilaporkan semakin merajalela di Jalur Gaza dan menggunakan senjata Israel untuk membunuh anggota Hamas serta warga sipil Palestina. 

Temuan itu terungkap dalam sebuah laporan terbaru yang dikutip media Saudi, Asharq Al-Awsat, Jumat, 30 Januari 2026.

Dikatakan bahwa kelompok bersenjata memanfaatkan kekosongan kekuasaan yang terjadi di Gaza akibat melemahnya Hamas setelah serangan dan pengeboman intensif Israel. 


Sejumlah faksi kriminal disebut mengambil peran sendiri dengan menargetkan tokoh-tokoh senior Hamas.

Salah satu kelompok yang disorot adalah geng yang dikenal dengan nama Helles Gang. Kelompok ini dilaporkan memaksa warga Palestina keluar dari sebuah blok perumahan atas permintaan Israel

“Beberapa warga Palestina juga tewas saat mendekati garis kuning di lingkungan Shejaia dan Tuffah,” demikian isi laporan tersebut. 

Tindakan tersebut memicu Hamas untuk menyergap sejumlah anggota geng itu di pinggiran Kota Gaza pada Senin lalu.

Dalam sebuah unggahan Facebook, pemimpin geng Rami Helles mengonfirmasi tewasnya Raad al-Jamal, yang disebut sebagai salah satu anggota awal kelompok itu.

Laporan itu juga mengungkap bahwa kelompok-kelompok bersenjata tersebut menamai diri mereka sebagai “Popular Forces” atau “Counterterrorism”, meskipun aktivitas mereka mencakup pembunuhan terhadap anggota Hamas dan aparat keamanannya.

Israel disebut memiliki harapan besar untuk bekerja sama dengan kelompok bersenjata paling menonjol yang sebelumnya dipimpin oleh Yasser Abu Shabab. 

Ia dikenal karena merampas bantuan kemanusiaan sebelum membentuk kelompok bersenjata yang berkembang di wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali Israel. 

Namun, Abu Shabab kemudian tewas dibunuh Hamas, dan kepemimpinan kelompok itu beralih kepada Ghassan al-Dahini.

Disebutkan pula bahwa pembunuhan pertama dilakukan oleh kelompok Shawqi Abu Nseira, dengan korban seorang perwira Dinas Keamanan Internal Hamas, Ahmed ZamZam, di kamp pengungsi Maghazi, Gaza tengah.

Pada 12 Januari lalu, kepala investigasi Hamas, Mahmoud al-Astal, dilaporkan tewas dalam sebuah pembunuhan terencana di Khan Younis yang dilakukan oleh geng yang dipimpin Housam al-Astal. 

Sumber-sumber yang dikutip Asharq Al-Awsat menyebutkan bahwa geng Abu Nseira dan Al-Astal menunjukkan loyalitas yang lebih kuat kepada Israel. 

“Para penyerang dilaporkan mengenakan kamera tubuh dan menggunakan pistol bersilencer,” tulis laporan itu, seraya menambahkan bahwa para pemimpin geng disebut telah dilatih oleh Mossad dan direkrut oleh Shin Bet.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya