Berita

Ilustrasi

Bisnis

Lonjakan Harga Emas Diprediksi Tembus Rp4,2 Juta Akhir Tahun

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 11:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Lonjakan tajam harga emas dunia dipicu kuat oleh meningkatnya tensi geopolitik global yang kian meluas ke berbagai kawasan strategis.

Menurut Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi, eskalasi konflik internasional yang sebelumnya berawal dari isu Greenland, berlanjut ke perang Rusia-Ukraina, kini bergeser ke kawasan Timur Tengah, menjadi faktor dominan yang mendorong investor memburu aset aman seperti emas.

Ia menilai situasi tersebut mengindikasikan potensi perang terbuka di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel. Kondisi ini memperbesar ketidakpastian global dan memperkuat posisi emas sebagai safe haven.


Selain konflik Timur Tengah, Ibrahim juga menyoroti langkah Amerika Serikat yang melakukan blokade minyak terhadap Kuba. Kebijakan tersebut dinilainya turut memicu ketegangan baru di kawasan Amerika Latin.

“Amerika melakukan blokade minyak terhadap Kuba. Ini membuat ketegangan tersendiri di Amerika Latin, mengingat Kuba adalah negara sosialis yang sejak lama anti-Amerika, ditambah dinamika di negara lain seperti Kolombia,” jelasnya dikutip lewat tayangan Youtube, Jumat, 30 Januari 2026.

Dari rangkaian tekanan geopolitik itulah, kata Ibrahim, harga emas dunia terus terdorong naik. Saat ini, harga emas dinilainya masih berada pada level wajar di kisaran Rp3.400.000 per gram.

Namun demikian, Ibrahim memproyeksikan tren kenaikan masih akan berlanjut cukup signifikan hingga akhir tahun.

“Saya memprediksi sampai akhir tahun kemungkinan besar harga logam mulia bisa mencapai Rp4.200.000,” tandasnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

DPR Minta TVRI Maksimalkan Siaran Piala Dunia hingga Pelosok Negeri

Jumat, 30 Januari 2026 | 12:12

Budisatrio Dinilai Tepat Gantikan Sugiono di Kementerian Luar Negeri

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:53

KPK Kembali Periksa Lima Pejabat Pemkab Bekasi Terkait Kasus Suap Ijon Bupati Ade Kuswara

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:47

Trump: Putin Setuju Tahan Serangan ke Ukraina Selama Musim Dingin Ekstrem

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:29

Lonjakan Harga Emas Diprediksi Tembus Rp4,2 Juta Akhir Tahun

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:16

Pasar Minyak Masih Bergejolak Tanggapi Rencana AS Serang Iran

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:08

Bawang Putih Impor Bakal Masuk Pasar, Kemendag Targetkan Harga Jinak Sebelum Ramadan

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:50

Saham Nokia Anjlok, Ketua Dewan Komisaris Mengundurkan Diri

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:20

Buntut Kasus Hogi Minaya, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:01

Rapat Pleno Tetapkan Gus Yahya Kembali Pimpin NU

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:01

Selengkapnya