Berita

Ilustrasi Sekolah Bola di Papua. (Foto: majalahkribo.com)

Sepak Bola

PSSI Gagal Urus Potensi Pemain Sepak Bola Papua Tengah

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 22:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Provinsi Papua Tengah memiliki banyak talenta pesepak bola andal. Namun potensi tersebut terbengkalai akibat ketidakseriusan PSSI sebagai federasi tertinggi sepak bola Indonesia. 

Pemerhati sepak bola nasional dari Universitas Padjajaran (Unpad), Irhas menilai gerakan dari PSSI untuk turun ke bawah dalam menggali potensi sepak bola, khususnya di Papua Tengah masih minim.

"Sejauh ini memang kita lihat belum ada lagi talenta-talenta pemain dari Papua yang berhasil diorbitkan. Padahal Papua Tengah contohnya, secara natural adalah gudangnya pemain sepak bola yang bagus, gitu loh," kata Irhas dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.


Lanjut dia, PSSI harusnya mendorong kompetisi lokal usia dini secara masif. Sebab dari kompetisi itu akan tumbuh gairah masyarakat untuk berprestasi.

“Papua Tengah memiliki banyak talenta sepak bola natural kelas dunia. Sayangnya mereka tak punya akses memadai untuk menjangkau radar pencari bakat sehingga tidak bisa mengorbit ke kancah nasional,” jelasnya.

Ia berharap PSSI bisa berkolaborasi secara intensif dengan asosiasi kabupaten (askab) dan asosiasi provinsi (asprov) agar tidak ada benang putus dalam pembibitan pemain, terutama dari Papua Tengah.

"Selama ini kan kesannya hanya diserahkan kepada askab dan asprov. Tapi dukungan lain kita belum lihat. Misalnya dukungan pendanaan, fasilitas, atau dukungan pelatih berlisensi. Itu semua harusnya jadi perhatian serius PSSI jika ingin talenta sepakbola di daerah seperti Papua bisa diangkat," imbuh dia.

Terpisah, pemain sepak bola asal Papua Tengah, Harol Doko Kayame menyebut PSSI mengalami krisis kepemimpinan, sehingga pembinaan sepak bola di daerah menjadi lesu.

Menurut Harol, kinerja kepemimpinan PSSI yang lambat tentu mempengaruhi gairah sepak bola di daerah, seperti terjadi di Papua Tengah yang tak ada kompetisi usia dini. 

"Padahal Askab-Askab PSSI di Papua Tengah telah bersiap untuk bisa menjalankan program kompetisi dalam perkembangan sepak bola daerah," pungkas Harol.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya