Berita

Anggota Komisi XII DPR Syafruddin. (Foto: Dokumentasi Fraksi PKB)

Politik

Legislator PKB Desak Perizinan Tambang Rakyat Dipermudah

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 16:22 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Semangat pemerintah membuka ruang tambang rakyat dinilai belum sepenuhnya dirasakan di lapangan karena proses perizinan masih lambat. 

Dengan demikian, peluang legalisasi tambang rakyat sekaligus potensi penerimaan negara belum optimal.

Anggota Komisi XII DPR Syafruddin menilai hambatan utama justru terjadi pada level implementasi birokrasi di Direktorat Jenderal Minerba, Kementerian ESDM.


Syafruddin menegaskan kebijakan Presiden yang membuka akses pengelolaan tambang untuk masyarakat seharusnya menjadi solusi agar sektor tambang tidak hanya dinikmati kelompok besar.

"Pak Prabowo semangatnya untuk memberikan ruang kepada rakyat untuk mengelola tambang ini, saya kira adalah semangat yang sangat istimewa dan sangat bijaksana agar sektor tambang tidak hanya dikuasai oleh para oligarki-oligarki, tapi juga rakyat bisa menikmati dan mengelola lahan dan kawasan pertambangannya sendiri," ujar Syafruddin dalam rapat kerja Komisi XII DPR bersama Kementerian ESDM di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Legislator PKB ini mengungkapkan banyak pemohon izin tambang rakyat mengeluhkan lambannya respons dari Ditjen Minerba. Bahkan, menurutnya, ada jawaban izin yang baru keluar setelah satu hingga dua pekan. 

Ia pun meminta pimpinan melakukan evaluasi internal agar tidak terjadi perlakuan berbeda terhadap pemohon.

"Artinya tanggapan-tanggapan ini lambat pimpinan. Nah makanya mohon Pak Dirjen, agar tolong awasi bawahannya,” tegas dia.

Menurutnya, percepatan izin penting bukan hanya untuk memberi kepastian hukum bagi masyarakat, tetapi juga menekan tambang liar serta meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang saat ini sedang melemah. 

"Kalau misalnya semua legal, karena apalagi hari ini PNBP kita kan menurun. Nah inilah ruang dan kesempatan kita agar pendapatan negara bukan pajak ini meningkat lagi dan membuat keuangan negara jadi sehat," pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya