Berita

Ketua The Fed Jerome Powell (Foto: CNBC)

Dunia

The Fed Bongkar Kebohongan Trump di Davos, Inflasi AS Masih Tinggi

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 10:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump di World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss bahwa inflasi berhasil ditaklukkan mendapat bantahan langsung dari bank sentral AS. 

Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menegaskan bahwa tekanan inflasi di AS masih relatif tinggi, sehingga suku bunga acuan dipertahankan.

Dalam pengumuman yang disampaikan pada Rabu waktu setempat, 28 Januari 2026, Powell mengatakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk menahan suku bunga di kisaran 3,5-3,75 persen pada awal tahun ini. 


Keputusan tersebut diambil karena inflasi belum sepenuhnya terkendali, meski aktivitas ekonomi terus tumbuh dengan laju yang solid.

"Meskipun pertumbuhan lapangan kerja tetap rendah, tingkat pengangguran menunjukkan beberapa tanda stabilisasi, dan inflasi tetap agak tinggi. Untuk mendukung tujuan kami, hari ini Komite Pasar Terbuka Federal memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan kami tidak berubah," ujar Powell dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Reuters

Powell menegaskan, prioritas The Fed tetap pada dua mandat utama, yakni menjaga stabilitas harga dan mendukung pasar tenaga kerja.

“Komite berkomitmen untuk mendukung pencapaian lapangan kerja maksimum dan mengembalikan inflasi ke target 2 persen,” kata dia.

Meski demikian, ia menekankan bahwa arah kebijakan moneter ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi dan berbagai risiko yang dapat menghambat pencapaian target inflasi maupun ketenagakerjaan.

Pada rapat FOMC tersebut, mayoritas anggota mendukung keputusan menahan suku bunga. Namun, dua pejabat The Fed, Stephen I. Miran dan Christopher J. Waller, mengusulkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Pernyataan Powell ini kontras dengan klaim Trump yang disampaikan saat menghadiri World Economic Forum di Davos, Swiss. 

Dalam pidatonya, Trump menyatakan telah berhasil menaklukkan inflasi dan menyebut Amerika Serikat kini hampir tidak mengalami kenaikan harga.

Ia juga mengklaim harga bahan pangan, energi, tiket pesawat, suku bunga kredit perumahan, sewa, hingga cicilan kendaraan terus menurun dengan cepat.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya