Berita

Mantan Presiden AS Barack Obama (Foto: NBC)

Dunia

Obama Soroti Bahaya Kebijakan Trump di Minnesota

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 08:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyoroti bahaya kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump di Minnesota, menyusul kematian perawat ICU Alex Pretti dalam operasi penegakan imigrasi federal. 

Insiden tersebut memicu kemarahan publik dan memperluas perdebatan nasional soal cara pemerintah menangani penegakan hukum imigrasi.

Alex Pretti (37) tewas ditembak agen federal saat merekam operasi imigrasi menggunakan ponselnya di Minneapolis. Kematian Pretti terjadi hanya beberapa hari setelah insiden serupa, ketika Renée Good, seorang ibu tiga anak, juga ditembak mati oleh petugas ICE pada 7 Januari. 


Dua kasus tersebut memperbesar sorotan terhadap tindakan aparat federal di Minnesota.

Dalam unggahan di platform X Rabu, 28 Januari 2026, Obama mengatakan kemarahan publik semakin meluas.

"Semakin banyak warga Amerika menyuarakan kemarahan atas taktik yang digunakan agen federal di Minnesota,” tulisnya.

Namun, ia menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar satu kejadian terpisah. Obama menilai publik perlu melihat konsekuensi yang lebih luas dari langkah-langkah pemerintahan saat ini, yang berpotensi mengancam kebebasan dasar warga Amerika.

“Penting untuk memahami implikasi yang lebih besar dari apa yang dilakukan pemerintahan ini, dan ancaman yang ditimbulkannya terhadap kebebasan dasar setiap warga Amerika,” lanjut Obama. 

Obama turut membagikan episode The Ezra Klein Show yang membahas operasi besar-besaran penegakan imigrasi di Minnesota, di mana sekitar 3.000 agen ICE dan Bea Cukai dikerahkan. 

Dalam podcast tersebut, Ezra Klein mempertanyakan apakah kebijakan ini menandai pergeseran Amerika ke arah pemerintahan yang lebih otoriter.

Klein menilai pemerintahan Trump telah “menciptakan kondisi” yang memungkinkan terjadinya tragedi seperti kematian Pretti dan Good, dengan meningkatkan skala, agresivitas, serta narasi razia imigrasi. 

Ia menyebut pola ini kerap muncul di negara-negara dengan kecenderungan otoriter, di mana kekerasan justru dijadikan alasan untuk eskalasi lebih lanjut.

Sementara itu, pemerintahan Trump membela tindakan aparatnya. Pejabat keamanan menuduh Pretti menyerang petugas, meski laporan awal federal menyatakan tidak ada bukti bahwa ia mengacungkan senjata. 

Obama dan istrinya, Michelle Obama, menegaskan bahwa kematian Pretti adalah tragedi yang seharusnya menjadi peringatan bagi seluruh warga Amerika bahwa nilai-nilai dasar negara kini semakin terancam.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Corak Kita di Mata Marx

Kamis, 29 Januari 2026 | 06:01

Hoaks Tersangka Putriana Dakka Dilaporkan ke Divisi Propam Mabes

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:55

Pelukan Perkara Es Jadul

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:29

Eggi Sudjana: Roy Suryo Belagu, Sok Merasa Hebat

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:12

Sekda Jateng Turun Tangan Cari Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:00

Polisi Pastikan Seluruh Karyawan Pabrik Swallow Medan Selamat

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:31

Mengenal Luluk Hariadi, Tersangka Korupsi Pengadaan Baju Ansor Rp1,2 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:17

Tanggung, Eggi-Damai Lubis Harusnya Gabung Jokowi Sekalian

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:11

Eggi Sudjana: Tak Benar Saya Terima Rp100 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:40

Hukum Berat Oknum Polisi-TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Jual Produk Berbahan Spons

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:08

Selengkapnya