Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Sektor Barang Mewah Lesu, Bursa Eropa Kompak Memerah

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa sedang lesu akibat kehati-hatian yang menguat dari investor menjelang keputusan suku bunga The Fed. Pasar juga tengah tertekan oleh kejatuhan saham barang mewah. erve.

Indeks STOXX 600 ditutup turun 0,75 persen atau 4,60 poin menjadi 608,51, pada pedagangan Rabu 28 Januari 2026 waktu setempat. 

Sektor barang mewah memimpin penurunan sektor, terkoreksi 3,8 persen. Pemicunya adalah bos besar LVMH, Bernard Arnault, yang mengeluarkan pernyataan hati-hati soal masa depan bisnisnya. Alhasil, saham LVMH langsung anjlok hampir 8 persen, yang akhirnya menyeret merek-merek elit lain seperti Hermes dan Gucci ikut merah.


Bursa regional utama juga melemah. Di Jerman, indeks DAX melemah 0,29 persen atau 71,65 poin menjadi 24.822,79.

Di Inggris, indeks FTSE 100 berkurang 0,52 persen atau 53,37 poin ke posisi 10.154,43. Sedangkan CAC Prancis anjlok 1,06 persen atau 86,14 poin menjadi 8.066,68.

Para investor memilih main aman karena mereka nunggu dua hal besar dari Amerika, yaitu laporan keuangan Meta dan Microsoft, untuk pembuktian apakah investasi AI benar-benar menghasilkan cuan serta keputusan suku bunga dari The Fed.

Sentimen negatif juga datang dari Deutsche Bank yang sahamnya merosot setelah kantor mereka digeledah polisi terkait kasus dugaan pencucian uang. Belum lagi posisi mata uang Euro yang makin perkasa di atas 1,20 Dolar AS, yang sebenarnya malah bikin pusing para eksportir di Eropa karena barang mereka jadi lebih mahal di pasar internasional.

Meski sempat ada kabar baik dari produsen mesin chip ASML yang pesenannya melimpah, tetap saja rasa khawatir pasar yang lebih luas bikin sahamnya gagal bertahan di zona hijau. 

Singkatnya, pasar saat ini dalam mode "tunggu dan lihat" sambil waspada dengan kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya