Berita

Joko Widodo dan Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Publika

Prabowo Harus Memilih Tetap Bersama Jokowi atau Tidak

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 02:06 WIB

POSISI Prabowo Subianto terkait politik 2029 terlihat tidak mudah. 

Melihat perkembangan terakhir, cepat atau lambat, Prabowo harus memilih apakah akan tetap bersama Joko Widodo alias Jokowi atau tidak? Memilih bersama Jokowi, berarti Gibran Rakabuming Raka harus tetap mendampingi Prabowo. 

Kalau Gibran dilepas, maka Prabowo besar kemungkinan akan berhadapan dengan Jokowi, dengan cara menghadapi Gibran, baik secara head to head maupun tidak.


Putusan MK Nomor 62/2024 yang menghapus syarat 20 persen pencalonan Presiden, bisa jadi memastikan Gibran maju Pilpres bersama atau tidak bersama Prabowo. 

Bukan semata-mata karena berselisih atau sudah tak sejalan lagi dengan Prabowo, melainkan Gibran diperlukan Jokowi untuk membesarkan PSI, yang artinya juga membesarkan anak bungsunya, Kaesang Pangarep. Seperti kata pepatah, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Yang juga dipastikan akan maju adalah Anies Baswedan. Persis seperti Gibran, bukan semata-mata karena ingin melawan Prabowo, melainkan karena ingin membesarkan Partai Gerakan Rakyat. 

Jadi Gibran harus maju untuk membesarkan PSI, sementara Anies harus maju untuk membesarkan Partai Gerakan Rakyat. Dan semua itu dimungkinkan karena putusan MK Nomor 62/2024. Artinya, berhadapan dengan Prabowo hanyalah konsekuensi logis saja.

Bukan mustahil Gibran dan Anies berkolaborasi karena bertemunya kepentingan yang sama, untuk membesarkan partai masing-masing. 

Nomor satu nomor dua bisa dinego belakangan. Situasi ini tak sekali dua kali terjadi dalam dinamika politik kita. Kawan menjadi lawan, dan lawan menjadi kawan. 

Bahkan dalam dinamika hukum kita baru-baru ini, juga terjadi. Eggi Sudjana yang mengajak Roy Suryo menggugat ijazah Jokowi, justru kini Roy Suryo pula yang digugat oleh Eggi Sudjana.

Maka posisi Prabowo terkait politik 2029 memang tidak mudah. Seperti Jokowi dan Anies Baswedan yang sudah memikirkannya jauh hari, mestinya Prabowo juga sudah harus memikirkannya jauh hari. 

Sejauh ini memang Prabowo terlihat berhasil mendayung di antara dua karang. Karang Jokowi dan karang Anies. Tapi Prabowo tak akan bisa menyenangkan semua pihak. Akhirnya, harus memilih dan Prabowo pasti tahu itu.

Terlihat sekali kontra Prabowo terlalu banyak ketimbang yang pro. Program yang baik seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan sebagainya, mendapatkan penolakan lewat berbagai argumen, apalagi program yang kontroversial seperti bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian bentukan Donal Trump.

Tapi tetap saja Prabowo memilih jalan yang diyakini baik untuk Indonesia. Prabowo memang terlihat tak butuh lagi pencitraan, karena itu ia terlihat belum memikirkan apa-apa terkait politik 2029, agaknya.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya