Berita

Perumahaan subsidi. (Foto: Dok BRI)

Bisnis

BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun

Hingga Akhir Tahun 2025
KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 00:27 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tercatat telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia hingga akhir Desember 2025.

Pembiayaan tersebut menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui berbagai skema. Rinciannya, KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp15,74 triliun, KPR Tapera Rp321,23 miliar, KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) Rp94,03 miliar, serta Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp9,06 miliar.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, capaian ini mencerminkan konsistensi BRI dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan, khususnya dalam memperluas akses hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.


“Penyaluran KPRS ini merupakan wujud nyata kontribusi BRI dalam mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah,” ujar Dhanny dalam keterangan resmi, Rabu 28 Januari 2026.

Seiring tingginya kebutuhan hunian subsidi, BRI juga memperoleh peningkatan alokasi pembiayaan KPR FLPP. Pada Agustus 2025, kuota ditingkatkan dari 17.700 unit menjadi 25.000 unit, lalu kembali naik menjadi 32.000 unit, dan bertambah lagi menjadi 33.000 unit pada Desember 2025. 

Sementara untuk tahun 2026, BRI mendapatkan kuota pembiayaan KPR FLPP sebesar 36.261 unit.

Peningkatan kuota tersebut memperkuat peran BRI dalam mendukung Program 3 Juta Rumah sekaligus memperluas ketersediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat. Penyaluran KPRS ini juga sejalan dengan dukungan BRI terhadap Asta Cita Pemerintah, terutama dalam pengembangan infrastruktur dan pemerataan ekonomi.

Melalui pembiayaan perumahan, BRI tidak hanya membuka akses kepemilikan rumah bagi MBR, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Efek berantai dirasakan oleh sektor konstruksi, industri bahan bangunan, jasa tukang, logistik, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan perumahan.

“Pembiayaan perumahan tidak hanya memberikan akses terhadap kepemilikan rumah, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi aktivitas ekonomi, termasuk mendorong sektor UMKM di sekitarnya,” pungkas Dhanny.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya