Berita

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Thomas Djiwandono saat konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Rabu, 28 Januari 2026. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Thomas Djiwandono Tegaskan Tidak Ada Cawe-cawe Prabowo

Terkait Pencalonan Deputi Gubernur BI
RABU, 28 JANUARI 2026 | 18:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Wakil Menteri Keuangan sekaligus Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Thomas Djiwandono, membantah adanya keterlibatan Presiden Prabowo Subianto dalam proses pencalonan dirinya di bank sentral.

Thomas menegaskan, tidak pernah ada pembahasan khusus antara dirinya dengan Presiden terkait penunjukan tersebut.

"Saya jelaskan tidak ada pembahasan saya dan Presiden mengenai ini, tidak ada," tegas Thomas dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu 28 Januari 2026.


Keponakan Prabowo itu menjelaskan bahwa pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI telah melalui seluruh tahapan dan mekanisme yang berlaku sesuai ketentuan perundang-undangan.

"Saya ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Nah, itu dilakukan juga melalui proses dan mekanisme yang sudah ada. Nggak ada satu hal yang di dilewatin, dilanggar, apalagi dibelok-belokin," tegasnya.

Meski demikian, Thomas tidak menampik adanya sentimen negatif dari sebagian masyarakat yang mengaitkan hubungannya dengan Prabowo, sekaligus statusnya sebagai kader Partai Gerindra.

Namun, ia meminta publik untuk melihat rekam jejak profesional yang telah dijalaninya, baik di pemerintahan maupun di sektor swasta.

"Yang saya ingin tekankan adalah kalau soal latar belakang saya sebagai dulu politisi atau bahkan kedekatan keluarga ya itu, itu fakta. Ya, itu saya nggak bisa (bantah), ya itu fakta," tegasnya.

"Tapi kan, tolong dilihat rekam jejak yang sudah saya lakukan sebelumnya," sambung dia.

Mantan Bendahara Partai Gerindra ini juga meminta masyarakat menyikapi berbagai interpretasi yang berkembang itu secara proporsional.

"Nah silahkan Anda terima itu atau tidak gitu loh interpretasinya seperti apa, tapi saya minta jangan semua terlalu di-konek-konek terus gitu seakan-akan ada sesuatu yang gimana-gimana saya tahu banyak sources-sources yang bilangnya ini, ini, itu dan itu. Yaudah itu saya nggak bisa lawan ya," tandasnya.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya