Pengamat Hukum dan Politik, Dr Pieter C Zulkifi. (Foto: dokumen pribadi)
Pengamat Hukum dan Politik, Dr Pieter C Zulkifi. (Foto: dokumen pribadi)
“Ejekan fisik memang terlihat lucu dan mudah viral, tapi sesungguhnya berbahaya bagi kualitas demokrasi dan kecerdasan publik,” ujar Pengamat Hukum dan Politik, Dr Pieter C Zulkifi, dalam keterangannya, Rabu, 28 Januari 2026.
Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu menyoroti ejekan terhadap kondisi fisik Presiden ke-7 RI Joko Widodo, cara berjalan Presiden RI Prabowo Subianto, hingga raut wajah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, praktik tersebut merupakan bentuk argumentum ad hominem, yakni menyerang pribadi alih-alih membedah kebijakan.
Populer
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16
Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15
Senin, 19 Januari 2026 | 15:23
Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35
Senin, 26 Januari 2026 | 00:29
UPDATE
Rabu, 28 Januari 2026 | 20:15
Rabu, 28 Januari 2026 | 19:58
Rabu, 28 Januari 2026 | 19:54
Rabu, 28 Januari 2026 | 19:35
Rabu, 28 Januari 2026 | 19:29
Rabu, 28 Januari 2026 | 19:20
Rabu, 28 Januari 2026 | 19:04
Rabu, 28 Januari 2026 | 19:04
Rabu, 28 Januari 2026 | 18:33
Rabu, 28 Januari 2026 | 18:22