Berita

Bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: RMOLJabar)

Nusantara

BMKG Klaim Sudah Keluarkan Peringatan Dini Sebelum Bencana Cisarua

RABU, 28 JANUARI 2026 | 16:55 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penanganan cuaca ekstrem di kawasan Cisarua, Jawa Barat telah dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan langkah-langkah mitigasi, termasuk modifikasi cuaca dijalankan sebagai bagian dari upaya bersama lintas lembaga.

"Beberapa hari sebelum kejadian, kita mengeluarkan terus peringatan dini. Lima sampai tiga hari sebelum kejadian itu sudah ada diskusi yang sangat intensif antara kepala BNPB dengan kami," ujar Faisal saat ditemui di Gedung DPR, Rabu, 28 Januari 2026.


Dalam koordinasi tersebut, BMKG bersama BNPB mengerahkan pesawat modifikasi cuaca untuk menekan intensitas hujan di wilayah rawan, termasuk Cisarua.

Faisal menyebut langkah ini bertujuan mencegah hujan ekstrem langsung mengguyur daratan. 

"Jadi ketika ada hujan-hujan yang terbangkitkan, yang bergerak dari perairan, itu disatukan di perairan dulu, supaya tidak sampai ke daerah," jelasnya.

BMKG mengakui operasi modifikasi cuaca tidak dapat menghilangkan risiko bencana sepenuhnya. Menurut Faisal, pengurangan intensitas hujan hanya sekitar 30 persen dan tetap dipengaruhi kondisi lingkungan di kawasan Cisarua yang semakin rentan. 

"Dengan perubahan tata guna lahan, intensitas pembangunan yang begitu tinggi, tekanan pada lingkungan dan sebagainya, itu dapat menyebabkan dengan curah hujan yang kurang lebih sama, tapi menyebabkan bencana yang berpotensi terjadi," pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya