Berita

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago (Foto: istimewa)

Politik

Kekosongan Posisi Wamenkeu Dinilai Bisa Picu Reshuffle di Kementerian Lain

RABU, 28 JANUARI 2026 | 09:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kekosongan posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) setelah Thomas Djiwandono dilantik menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia dinilai berpotensi menjadi pintu masuk reshuffle di kementerian lain.

Pengamat politik Arifki Chaniago mengatakan, meski perubahan awal hanya pada satu jabatan, dinamika politik kerap membuat efeknya merembet lebih luas.

“Dalam politik, kursi kosong jarang berhenti sebagai urusan teknis. Ia sering menjadi bola liar yang memicu evaluasi ke pos-pos lain,” ujar Arifki kepada wartawan di Jakarta Rabu 28 Januari 2026. 


Menurut Arifki, posisi Wamenkeu berada di sektor strategis, sehingga kekosongannya kerap dianggap sebagai sinyal bahwa presiden sedang menilai ulang efektivitas kabinet. Hal ini menjadi salah satu alasan munculnya isu reshuffle lain, termasuk yang ramai diperbincangkan di DPR.

“Kekosongan ini bisa menjadi efek domino. Bukan berarti reshuffle pasti melebar, tetapi membuka ruang bagi presiden untuk menyelaraskan posisi di kementerian lain,” jelas Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia itu.

Arifki menambahkan, keputusan apakah reshuffle akan meluas sepenuhnya ada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Jika presiden memilih langkah minimal, pengisian bisa berhenti di level wakil menteri. Namun, bila ada sektor lain yang dinilai perlu diperkuat, reshuffle di kementerian lain menjadi opsi yang logis.

“Ini momentum yang sering disebut sebagai kesempatan berbenah. Presiden bisa memanfaatkan satu kursi kosong untuk menata ulang lebih dari satu posisi,” kata Arifki.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya