Ketua Umum Garda Asta Cita Indonesia, Rizky Andrika (kiri) memberikan keterangan pers usai kick-off Garda Asta Cita Indonesia di Jakarta. (Foto: RMOL/Widodo Bogiarto)
Organisasi Garda Asta Cita Indonesia (GACI) berkomitmen mengawal pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto agar tidak berhenti sebatas slogan politik, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Ketua Umum GACI, Rizky Andrika mengatakan, kehadiran Garda Asta Cita ini bertujuan untuk memastikan delapan agenda strategis pemerintahan Prabowo–Gibran berjalan konkret di lapangan.
“GACI mengawal Asta Cita Presiden Prabowo, sehingga Asta Cita bukan hanya gimik," kata Rizky dalam kick-off Garda Asta Cita Indonesia di Jakarta, Selasa 27 Januari 2026.
Rizky menjelaskan, Asta Cita pertama yang menjadi perhatian GACI adalah penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM). Menurutnya, masih banyak masyarakat di daerah yang mengalami ketidakadilan.
“Saya merasakan sendiri dan mendengar langsung bahwa banyak hak masyarakat yang terzalimi," kata Rizki.
Di Asta Cita kedua, GACI mendorong penguatan ketahanan nasional melalui sektor pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Untuk itu, GACI membentuk hampir tujuh satuan penggerak gagasan (Satgas).
Asta Cita ketiga diarahkan pada penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan industri kreatif serta infrastruktur. GACI bahkan menargetkan pengiriman tenaga kerja Indonesia untuk sektor pelayanan haji dan umrah di Arab Saudi.
“Kita mengirim sekitar 220 ribu jemaah haji setiap tahun, tapi pekerja yang melayani banyak dari negara lain. Ini harus kita ubah," kata Rizki.
Di bidang penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai Asta Cita keempat, Rizky menegaskan SDM merupakan fondasi utama penggerak ekonomi.
Agenda kelima, yakni hilirisasi dan industrialisasi, juga menjadi fokus utama GACI. Organisasi ini mendorong pengolahan komoditas dari hulu ke hilir untuk menciptakan nilai tambah.
Untuk agenda keenam, lanjut Rizky, pembangunan dari desa dan pemerataan ekonomi, GACI menaruh perhatian pada program Koperasi Desa Merah Putih. Menurut Rizky, banyak koperasi desa yang masih kebingungan menentukan arah usaha.
Pada Asta Cita ketujuh, penguatan reformasi politik, hukum, dan birokrasi, GACI terlibat dalam program pembinaan 10 ribu calon ASN, TNI, dan Polri.
Sementara itu, agenda kedelapan tentang harmoni dengan lingkungan, budaya, dan toleransi antarumat beragama diwujudkan melalui program sosial. Salah satunya adalah gerakan sedekah 2,5 persen.