Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Melemah saat Amerika Diselimuti Badai Musim Dingin

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 12:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia diperdagangkan melemah pada Selasa, 27 Januari 2026, dipicu terganggunya pasokan di tengah musim dingin yang saat ini melanda sebagian besar wilayah di Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, harga inyak mentah Brent berjangka turun 28 sen atau 0,4 persen ke level 65,31 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 24 sen atau 0,4 persen menjadi 60,39 Dolar AS per barel.

Di AS, badai musim dingin menyebabkan produsen minyak kehilangan produksi hingga 2 juta barel per hari, atau sekitar 15 persen dari total produksi nasional, selama akhir pekan. Cuaca ekstrem tersebut menekan infrastruktur energi dan jaringan listrik di sejumlah wilayah penghasil minyak.


Gangguan juga terjadi di beberapa kilang minyak di sepanjang Pantai Teluk AS akibat suhu beku. Analis ANZ, Daniel Hynes, mengatakan kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan bahan bakar, meskipun dampaknya sejauh ini masih terbatas.

Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah turut menjadi perhatian pasar. Dua pejabat AS menyebutkan kepada Reuters bahwa sebuah kapal induk Amerika Serikat beserta kapal perang pendukungnya telah tiba di kawasan tersebut. Langkah ini memperkuat kemampuan Presiden Donald Trump untuk melindungi pasukan AS atau bahkan melakukan aksi militer terhadap Iran jika diperlukan. 

“Risiko pasokan belum sepenuhnya hilang, ketegangan di Timur Tengah tetap ada setelah Presiden Trump mengirim aset angkatan laut ke wilayah itu,” ujar Hynes.

Sementara itu, delapan negara anggota OPEC+ diperkirakan akan mempertahankan kebijakan menunda peningkatan produksi minyak untuk bulan Maret. Keputusan tersebut kemungkinan akan dibahas dalam pertemuan pada 1 Februari mendatang, terutama di tengah naiknya harga akibat penurunan produksi minyak dari Kazakhstan.

Delapan negara OPEC+ yang terlibat dalam pembahasan ini adalah Arab Saudi, Rusia, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, Kuwait, Irak, Aljazair, dan Oman. Pasar kini menunggu hasil pertemuan tersebut untuk melihat arah kebijakan produksi minyak global selanjutnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

I Wayan Sudirta Resmi Jadi Wakil Ketua MKD DPR RI Gantikan TB Hasanuddin

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:13

Pencabutan Izin Perusahaan Wajib Diikuti Pemulihan Lingkungan Sumatera

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:11

Politikus Senior PDIP Jejen Sayuti Dipanggil KPK Terkait Kasus OTT Bupati Bekasi

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:56

DPR Klaim Sudah Ingatkan Pemerintah Soal Mitigasi Cuaca Ekstrem Sejak Dua Bulan Lalu

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:48

Bukan Masalah Posisi, DPR Pilih Fokus Kawal Profesionalisme Polri

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:40

Paripurna DPR Sahkan 8 Poin Percepatan Reformasi Polri

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:35

OJK: Tren Cashless Picu Penurunan Jumlah ATM di Seluruh Indonesia

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:31

Paripurna DPR Sahkan 9 Komisioner Ombudsman RI Periode 2026-2031

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:21

Badai Musim Dingin AS Tahan Kenaikan Harga Bitcoin

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:15

Gubernur Banten Janji Normalisasi Sungai Atasi Banjir di Tangerang Raya

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya