Berita

Anggota Komisi VII DPR RI, Fraksi Nasdem, Erna Sari Dewi (Foto: Fraksi Nasdem)

Politik

Legislator Nasdem Optimis Industri Jamu Punya Masa Depan Cerah

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 10:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Masa depan industri jamu nasional, khususnya di Jawa Tengah sangat menjanjikan. 

Menurut Anggota Komisi VII DPR RI, Fraksi Nasdem, Erna Sari Dewi, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Jawa Tengah menjadi modal besar dalam pengembangan industri jamu berbasis bahan baku lokal.

“Saya yakin dan percaya, karena luar biasa kekayaan yang ada di Jawa Tengah ini. Sumber dayanya luar biasa. Bahkan bahan-bahan bakunya cukup dipenuhi oleh petani-petani lokal di sini, yang memang dibina langsung oleh produsennya,” ujar Erna kepada wartawan, Selasa, 27 Januari 2026.


Legislator Fraksi Partai Nasdem itu menilai, ketersediaan bahan baku yang melimpah serta keterlibatan petani lokal menunjukkan ekosistem industri jamu yang sehat dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, pola pembinaan tersebut membuka peluang lahirnya lebih banyak produsen jamu baru dari daerah, sekaligus memperkuat daya saing produk jamu Indonesia di pasar global.

“Saya yakin Jawa Tengah akan menghasilkan produsen-produsen jamu yang lebih banyak lagi, dan tentu bisa mengekspor lebih banyak lagi. Tadi kita lihat sudah ekspor ke beberapa negara, dan ini artinya peluang pasar masih terbuka lebar untuk negara-negara lain yang menggunakan produk biofarmaka Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Erna mengapresiasi peran PT Sido Muncul yang dinilai tidak mematikan pelaku usaha kecil, justru sebaliknya, merangkul dan memberdayakan produsen jamu skala mikro agar tumbuh bersama industri besar.

“Saya melihat Sido Muncul ini meng-hire dan melibatkan produsen jamu kecil dan mikro secara bersama-sama untuk memajukan produk jamu Jawa Tengah. Dengan adanya satu industri besar, mereka justru mengayomi yang lain. Ini yang kita butuhkan,” tegasnya.

Erna berharap, model kemitraan seperti ini dapat direplikasi oleh industri lain.

“Sehingga pengembangan sektor manufaktur nasional tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya