Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Bergerak Beragam, Ancaman Tarif Trump Tekan Saham Korea

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 09:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia dibuka bervariasi pada Selasa pagi, 27 Januari 2026. Tekanan terlihat di pasar Korea Selatan setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam kenaikan tarif impor terhadap negara tersebut.

Melalui Truth Social, Trump menyebut parlemen Korea Selatan belum meratifikasi perjanjian dagang dengan Amerika Serikat. Ia pun mengancam menaikkan tarif dari 15 persen menjadi 25 persen. 

Sentimen ini menekan saham otomotif, dengan Hyundai turun sekitar 4% dan Kia melemah hingga 5 persen.


Di Australia, indeks ASX 200 melonjak lebih dari 1 persen setelah kembali diperdagangkan usai libur panjang. Hingga pukul 8.20 WIB, indeks berada di level 8.956,30.

Indeks Kospi Korea Selatan sempat dibuka melemah, namun kemudian berbalik menguat. Sementara itu, indeks Kosdaq justru mencatat kenaikan signifikan, menunjukkan tekanan pasar tidak merata. Di Jepang, Nikkei 225 bergerak tipis di zona hijau, sedangkan Topix melemah. Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong juga mengindikasikan pembukaan yang lebih tinggi.

Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan seiring kembalinya minat beli investor asing. IHSG ditutup naik 0,27 persen pada perdagangan sebelumnya, sejalan dengan penguatan ETF saham Indonesia (EIDO) di bursa New York.

Meski demikian, analis menilai pergerakan IHSG masih berpotensi fluktuatif dengan ruang kenaikan terbatas. Secara teknikal, indikator masih berada di area jenuh jual tanpa sinyal pembalikan yang kuat. Tekanan juga datang dari kekhawatiran aturan baru free-float MSCI, yang berpotensi mendorong arus dana asing keluar dari pasar saham domestik.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya