Berita

Thomas Djiwandono di Gedung DPR RI Senayan (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Bisnis

Ini Strategi Thomas Djiwandono untuk Ekonomi Indonesia

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 07:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 dengan membawa visi strategis yang dirangkum dalam satu kata GERAK. 

Semangat ini dicanangkan sebagai respons terhadap ketidakpastian global demi mendorong pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih agile dan berkelanjutan. Menurutnya, berbagai tantangan masih akan mengadang ke depan, di antaranya ketidakpastian ekonomi global, tingginya volatilitas di pasar keuangan, inflasi global yang cenderung mengalami tren penurunan. 

Konsep GERAK meliputi lima strategi tematik, sebagai sinyal arah kebijakan ke depan. 


G (Governance): Memperkuat fondasi kebijakan yang kredibel dan independen berdasarkan UU P2SK.

E (Efektivitas): Memastikan transmisi kebijakan moneter, seperti penurunan suku bunga, benar-benar sampai ke sektor riil dan perbankan.

R (Resiliensi): Memperkenalkan konsep financial security atau ketahanan sektor keuangan yang setara pentingnya dengan ketahanan pangan dan energi.

"A adalah Akselerasi. akselerasi sinergi fiskal, moneter, dan sektor keuangan, jelas Thomas dalam paparan fit and proper test di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin 26 Januari 2026.  Ini akan mempercepat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter, terutama dalam pengelolaan likuiditas dan pasar surat utang negara (SBN).

Lalu, K (Keberlanjutan). Melanjutkan transformasi keuangan digital serta meningkatkan literasi dan dukungan bagi UMKM agar naik kelas.

Melalui filosofi ini, Thomas menekankan pentingnya sinergi antara BI, Kementerian Keuangan, dan otoritas lainnya tanpa mengorbankan independensi lembaga. Fokusnya jelas: menciptakan suku bunga yang kompetitif dan likuiditas yang sehat guna mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju di masa depan.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya