Berita

Eggi Sudjana menyetir mobil Volkswagen New Beetle di Malaysia. (Foto: tangkapan layar video viral)

Politik

Eggi Sudjana Pengecut, Mau Cari Aman Sendiri

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 03:15 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Langkah Eggi Sudjana bersama Damai Hari Lubis yang menemui Joko Widodo alias Jokowi di kediaman pribadinya di Solo pada Kamis 8 Januari 2026, yang berujung keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3, sepekan kemudian, merupakan sikap pengecut dan pengkhianat. 

Demikian penegasan pengacara Roy Suryo cs, Ahmad Khozinudin melalui keterangan tertulis, dikutip Selasa 27 Januari 2026.

"Saat kawan seperjuangan menjadi tersangka, dia mau aman sendiri. Pergi ke Solo menemui Jokowi, memohon ampun untuk mendapatkan SP3," kata Khozinudin.


Dalam kepergiannya ke kediaman Jokowi di Solo, Eggi Sudjana berdalih melakukannya karena ada masukan dan sejumlah pihak. 

"Berarti, ada skenario pengkhianatan yang dipersiapkan," kata Khozinudin.

Ia menyarankan Eggi Sudjana mengungkap siapa pihak-pihak yang telah memberikan saran ke Solo. Agar terbuka, siapa saja yang mengkhianati perjuangan.

Menurutnya, Eggi dan Damai meninggalkan Roy Suryo, Rismon Sianipar, Tifauzia Tyassuma, Rizal Fadilah, Kurnia Tri Royani dan Rustam Efendi yang sebelumnya datang ke Yogyakarta dan Solo atas seruan Eggi. 

"Setelah peristiwa Yogya dan Solo berujung status tersangka, Eggi dan Damai lari dari medan perang," pungkas Khozinudin.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya