Berita

Papan peringatan kematian Alex Pretti yang tewas ditembak petugas pemerintah di Minneapolis, Amerika Serikat (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Forbes)

Dunia

Barack Obama Kecam Penembakan Alex Pretti di Minneapolis

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 07:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kematian Alex Pretti, seorang perawat ICU berusia 37 tahun, akibat penembakan oleh agen federal di Minneapolis, menarik perhatian mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu, 25 Januari 2026, Barack dan Michelle Obama mengecam keras insiden penembakan tersebut. Mereka juga mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk segera mengubah arah kebijakan, khususnya terkait operasi penegakan hukum imigrasi.

“Pembunuhan Alex Pretti adalah tragedi yang memilukan. Ini seharusnya menjadi peringatan bagi seluruh warga Amerika, tanpa memandang partai politik, bahwa nilai-nilai inti bangsa ini semakin diserang,” ujar keluarga Obama, dikutip dari WUSA, Senin 26 Januari 2026. 


Pretti tewas ditembak pada Sabtu pagi dalam sebuah operasi penegakan hukum yang oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS disebut sebagai operasi yang “ditargetkan”. Insiden ini langsung memicu gelombang protes serta bentrokan dengan aparat di Minneapolis, kota yang sebelumnya juga pernah diguncang kasus penembakan fatal yang melibatkan aparat imigrasi.

Barack dan Michelle Obama mengakui bahwa tugas aparat penegak hukum federal tidaklah mudah. Namun, mereka menegaskan bahwa publik berhak menuntut agar tugas tersebut dijalankan secara sah, bertanggung jawab, dan terkoordinasi dengan pemerintah negara bagian serta pemerintah daerah.

“Itu bukan yang kami lihat di Minnesota. Justru yang terjadi adalah kebalikannya,” kata mereka.

Dalam pernyataan yang sama, Obama juga mengkritik keras taktik agen imigrasi yang dinilai menggunakan metode yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk mengenakan penutup wajah. Menurut mereka, cara-cara tersebut terkesan bertujuan menakut-nakuti, memprovokasi, serta membahayakan warga sipil, khususnya di kota-kota besar.

Mereka menambahkan bahwa taktik semacam ini bahkan telah dikritik oleh mantan pejabat tinggi Departemen Keamanan Dalam Negeri pada pemerintahan Trump sebelumnya, yang menyebutnya sebagai “memalukan, melanggar hukum, dan kejam”.

Obama juga menyoroti pernyataan sejumlah pejabat pemerintahan saat ini yang menuduh Pretti menyerang petugas. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak didukung oleh penyelidikan yang serius dan justru bertentangan dengan bukti video yang beredar. Rekaman warga yang ditinjau Associated Press menunjukkan bahwa Pretti hanya memegang ponsel saat berupaya meredakan ketegangan di jalan.

Di akhir pernyataannya, Barack dan Michelle Obama menyerukan agar pemerintah federal bekerja sama dengan Gubernur Minnesota Tim Walz, Wali Kota Minneapolis Jacob Frey, serta aparat setempat untuk mencegah terjadinya kekacauan lebih lanjut. Mereka juga memuji aksi demonstrasi damai yang berlangsung setelah penembakan tersebut.

“Setiap warga Amerika seharusnya mendukung dan mengambil inspirasi dari gelombang protes damai ini, sebagai pengingat bahwa rakyat memiliki tanggung jawab untuk melawan ketidakadilan dan menuntut pertanggungjawaban pemerintah,” demikian pernyataan tersebut.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya