Berita

Roy Suryo dan kuasa hukumnya, Ahmad Khozinudin di Polda Metro Jaya. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Publika

Hasil Survei Mulai Dukung Roy Suryo Cs

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 06:50 WIB

MESKI terkesan malu-malu, tapi lembaga survei Median relatif berani merilis hasil survei terkait ijazah Joko Widodo alias Jokowi, yang dikatakan bahwa menurun tingkat kepercayaan responden terhadap keaslian ijazah Jokowi. 

Pada saat yang sama, tentu tingkat ketidakpercayaan responden terhadap keaslian ijazah Jokowi, meningkat. Sementara lembaga survei lain masih tiarap mengakui realitas ini.

Tersisa responden yang masih percaya ijazah Jokowi asli 51,1% saja. Sebelumnya, rata-rata lembaga survei seperti Indikator Politik, Poltracking, dan LSI Denny JA memberi persentase sekitar 60%. Bahkan LSI Denny JA memberi persentase hingga 74%. 


Ini persentase seperti hendak mengejek bahwa orang yang tak percaya ijazah Jokowi asli hanyalah orang-orang aneh atau sakit hati.

Dugaan saya, angka 51,1% hasil survei Median tersebut, masih "dimainkan" agar tak terlalu heboh bahwa tingkat responden yang masih percaya keaslian ijazah Jokowi masih tinggi. 

Padahal, sudah turun tajam. Ini agaknya angka psikologis yang masih harus dijaga kelompok status quo, agar publik tak terlalu heboh. Ajaib. Survei tidak lagi mencerminkan realitas yang sesungguhnya.

Lihatlah, responden yang masih percaya ijazah Jokowi asli terbanyak, karena alasan pengakuan Rektor UGM. Padahal, kalau didengarkan lagi pengakuan Rektor UGM itu sebetulnya tidak terlalu bulat. Bulat di awal, tapi di akhir agak lonjong. 

Ia seperti berlepas tangan terhadap ijazah yang sudah berada di tangan yang bersangkutan. Sementara bukti-bukti lain, diakui sudah disita Penyidik.

Sedangkan responden yang tidak percaya lagi akan keaslian ijazah itu adalah karena bentuk dari ijazah itu sendiri dianggap secara kasat mata memang berbeda. 

Ini terlihat dari presentasi Roy Suryo terhadap ijazah itu sendiri, ditambah langkah dari lembaga resmi seperti KPU yang awalnya menutup, lalu membuka, akhirnya dipastikan ijazah Jokowi memang seperti yang beredar.

Kejanggalan-kejanggalan dari kasus ijazah Jokowi ini yang tak terjawab dan terus menumpuk, padahal kasus ini dinilai sangat sepele, itulah kiranya yang membuat tingkat ketidakpercayaan keaslian ijazah Jokowi terus meningkat. 

Bareskrim Polri yang menyimpulkan ijazah Jokowi identik, tapi ijazah yang ditampilkan fotocopy dilipat dan penetapan tersangka oleh Polda Metro Jaya. 

Cara lama ingin dipakai, sementara saat ini kita berada pada era baru, sehingga keragu-raguan muncul untuk mengakhiri kasus ini. 

Mata publik ada di mana-mana dan terlihat tajam. Masuk ke Pengadilan tanpa terlebih dulu membuktikan keaslian ijazah Jokowi, rasanya akan muncul masalah. 

Dibiarkan berlama-lama, sementara media selalu menyorot, juga bukan jalan keluar terbaik.

Mencabut laporan dianggap sudah terlambat pula. SP3, restorative justice, juga bukan solusi. Kasus ini seperti bukan lagi kasus antar pribadi, tapi sudah menyangkut masalah publik. 

Sejak awal, penerapan pasal-pasalnya juga sangat banyak, lepas dari objek restorative justice. Menggunakan kekuatan massa bisa jadi akan sangat kontraproduktif di tengah dunia yang makin semrawut.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya