Berita

Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj. (Foto: Antara)

Politik

Kiai Said Aqil Siradj Punya Modal Kuat Jadi Rais Aam PBNU

MINGGU, 25 JANUARI 2026 | 07:13 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), pembahasan mengenai figur ideal Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali mengemuka. 

Jabatan Rais Aam dipandang bukan sekadar posisi struktural, melainkan simbol marwah dan otoritas tertinggi Syuriyah yang menentukan arah strategis jam’iyah NU di tengah dinamika nasional dan global.

Pemilihan Rais Aam harus berlandaskan kriteria yang jelas sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), bukan semata-mata faktor popularitas.


“Dalam struktur NU, Rais Aam bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah simbol marwah, pemimpin spiritual, dan pengambil kebijakan strategis jam’iyah. Karena itu, yang paling penting bukan siapa orangnya, tetapi apakah ia memenuhi kriteria,” tegas Pengasuh Ponpes Bina Insan Mulia Cirebon KH Imam Jazuli, dikutip Minggu, 25 Januari 2026.

KH Imam Jazuli menjelaskan, setidaknya terdapat empat pilar utama yang wajib dimiliki Rais Aam PBNU, yakni alim, faqih, zahid, serta berwibawa dan berpengalaman dalam organisasi. Keempat pilar tersebut diperkuat dengan nilai muru’ah, futuwwah, dan muharrikan atau penggerak.

Berdasarkan kriteria itu, ia menilai Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj sebagai figur yang paling memenuhi syarat untuk memimpin Syuriyah NU pada periode mendatang.

“Jika kriteria itu diterapkan secara objektif, maka KH Said Aqil Siradj muncul sebagai figur yang paling lengkap dan paripurna,” ujar Pengasuh Pondok Bina Insan Mulia Cirebon tersebut.

Dari sisi keilmuan, KH Said Aqil disebut sebagai ulama alim dan faqih dengan latar belakang pendidikan di Universitas Ummul Qura, Mekkah, serta penguasaan mendalam terhadap khazanah keilmuan Islam klasik dan pemikiran kontemporer.

Dalam aspek spiritualitas, KH Said Aqil dinilai memiliki karakter zahid, tidak terikat ambisi duniawi meskipun memiliki kapasitas dan akses kekuasaan.

Pengalaman KH Said Aqil sebagai Ketua Umum PBNU selama dua periode, 2010?"2021, juga dinilai menjadi modal penting. Ia dianggap memahami NU secara utuh, baik dari sisi struktural, ideologis, maupun kultural.

“Beliau bukan hanya paham AD/ART, tetapi juga pelaku sejarah modernisasi NU. Ia tahu bagaimana mengelola jam’iyah sebesar NU tanpa keluar dari khittah 1926. Di bawah kepemimpinannya, gagasan kemandirian NU melalui penguatan pendidikan tinggi, rumah sakit, dan jejaring internasional dinilai sebagai visi strategis jangka panjang,” ujarnya.

KH Imam Jazuli juga menyoroti peran KH Said Aqil sebagai sosok yang mampu membawa Islam moderat NU ke tingkat global. Sikap konsistennya dalam menjaga NKRI dan melawan ekstremisme dinilai mencerminkan futuwwah dan muru’ah seorang Rais Aam.

Ia menambahkan, Muktamar ke-35 NU membutuhkan sosok Rais Aam yang telah matang secara keilmuan, pengalaman, dan visi kepemimpinan.

“Dengan rekam jejak nasional dan internasional, KH Said Aqil Siradj adalah standar emas Rais Aam PBNU. Menempatkannya sebagai Rais Aam merupakan langkah strategis agar NU tetap menjadi jangkar stabilitas nasional dan kompas moral umat,” pungkas Kiai Imam Jazuli.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya