Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Tekanan Produksi Hantam Intel, Saham Anjlok 17 Perse

SABTU, 24 JANUARI 2026 | 13:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Intel kembali berada di bawah sorotan pasar. Saham raksasa semikonduktor asal Amerika Serikat itu terperosok hingga 17 persen pada perdagangan Jumat, 23 Januari 2026, setelah manajemen membeberkan proyeksi pendapatan yang jauh dari harapan investor.

Sentimen negatif dipicu oleh kombinasi gangguan pasokan dan tersendatnya pengembangan teknologi manufaktur terbaru, dua faktor krusial yang menentukan masa depan pemulihan Intel di tengah persaingan ketat industri chip global.

Dalam proyeksi terbarunya, Intel memperkirakan pendapatan kuartal yang berakhir Maret 2026 hanya berada di kisaran 11,7 - 12,7 miliar Dolar AS, di bawah konsensus analis Wall Street yang berada di sekitar 12,6 miliar Dolar AS. Angka ini langsung memicu aksi jual di pasar.


Perusahaan yang bermarkas di Santa Clara itu mengakui lonjakan permintaan chip, terutama dari segmen pusat data pada akhir tahun lalu, justru menjadi tantangan tersendiri. Kapasitas produksi Intel belum sepenuhnya mampu mengimbangi permintaan, di saat perusahaan masih berjibaku menyempurnakan proses manufaktur mutakhir 18A - teknologi yang digadang-gadang sebagai fondasi kebangkitan divisi foundry Intel.

CEO Intel Lip-Bu Tan tak menutup-nutupi tekanan yang dihadapi perusahaan. Ia menyebut Intel tengah bekerja agresif untuk mengejar ketertinggalan pasokan.

“Kami bekerja secara agresif untuk meningkatkan pasokan demi memenuhi permintaan pelanggan yang sangat kuat,” kata Tan, dikutip dari Financial Times, Sabtu, 24 Januari 2026.

Meski demikian, Tan menegaskan bahwa peluncuran chip PC terbaru berbasis 18A tetap menjadi tonggak penting, meskipun belum sepenuhnya memberikan dampak finansial dalam jangka pendek.

Ironisnya, koreksi tajam saham ini terjadi di tengah kinerja kuartalan yang relatif solid. Pada kuartal yang berakhir Desember 2025, Intel mencatat pendapatan 13,7 miliar Dolar AS, sedikit di atas estimasi analis sebesar 13,4 miliar Dolar AS.

Sebelum laporan keuangan dirilis, saham Intel bahkan sempat melonjak hampir 50 persen sepanjang tahun ini, didorong oleh dukungan politik Presiden AS Donald Trump serta optimisme pasar terhadap prospek chip PC terbaru Panther Lake.

Namun, tantangan struktural tetap membayangi. Intel kini berada di bawah tekanan besar untuk membuktikan ambisinya sebagai satu-satunya produsen chip canggih asal AS, termasuk untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan telah menggelontorkan investasi miliaran Dolar, namun persoalan yield, tingkat keberhasilan chip layak pakai dari proses 18A, masih menjadi pekerjaan rumah.

“Yield memang sesuai rencana internal kami, tetapi masih belum berada di level yang saya inginkan,” ujar Tan.

Selain itu, peluncuran teknologi 18A juga meningkatkan biaya produksi dalam jangka pendek. Intel optimistis biaya tersebut akan menurun seiring peningkatan volume produksi.

Tan bahkan memberi sinyal tegas terkait masa depan teknologi berikutnya, 14A. Intel tidak akan ragu membatalkan pengembangannya jika gagal mengamankan pelanggan besar seperti Apple dan Qualcomm - ebuah peringatan bahwa strategi manufaktur Intel kini sepenuhnya bergantung pada kepercayaan pasar.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya