Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Ekonomi Global 2026: Eropa dan Asia Mulai Tancap Gas di Tengah Tantangan Tarif AS

SABTU, 24 JANUARI 2026 | 07:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dunia usaha di awal tahun 2026 membawa kabar baik. Meski sempat dibayangi kekhawatiran akan kebijakan tarif Amerika Serikat, aktivitas bisnis di sejumlah negara besar di Eropa dan Asia justru menunjukkan tanda-tanda "pemanasan" yang positif. Kabar ini menjadi angin segar bagi pasar global yang sempat tegang.

Berdasarkan laporan terbaru dari S&P Global, denyut nadi ekonomi di kawasan Eropa (Eurozone) stabil di angka 51,5 pada Januari 2026. Dalam dunia ekonomi, angka di atas 50 adalah sinyal positif bahwa bisnis sedang berkembang atau ekspansi.

Menariknya, terjadi dinamika yang berbeda di antara dua raksasa Eropa.


Jerman, sang motor ekonomi Eropa ini berhasil melakukan comeback. Meski sempat terpukul tarif AS, pesanan ekspor Jerman mulai stabil dan mencatatkan kenaikan aktivitas terbesar dalam tiga bulan terakhir.

Prancis, justru mengalami kelesuan. Salah satu pemicunya adalah kekhawatiran akan ancaman tarif AS, termasuk isu bea masuk 200 persen untuk produk sampanye, yang sempat mencuat terkait isu Greenland. Meskipun ancaman itu akhirnya dicabut, ketidakpastian tersebut sempat mengerem aktivitas bisnis di sana.

Bergeser ke belahan dunia lain, optimisme justru terpancar kuat. India, Jepang, dan Australia melaporkan akselerasi aktivitas bisnis yang signifikan.

Ada beberapa catatan menarik dari kawasan ini. Australia mencatatkan rekor pesanan ekspor tercepat dalam tiga setengah tahun terakhir. Sementara Jepang akhirnya melihat pertumbuhan pesanan luar negeri untuk pertama kalinya sejak Maret tahun lalu. Sedangkan India menjadi bintang dengan lonjakan pesanan internasional yang masif, mulai dari pasar Asia hingga Timur Tengah.

Banyak pihak bertanya-tanya, mengapa ekonomi global tetap tangguh di tengah kenaikan tarif? Jawabannya ada pada Investasi Teknologi. Lonjakan investasi terkait Kecerdasan Buatan (AI) di Amerika Serikat menjadi mesin penggerak yang mampu meredam dampak negatif tarif perdagangan.

Saking positifnya tren ini, lembaga dunia seperti IMF dan Bank Dunia bahkan telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2026.

"Data Januari menunjukkan lonjakan signifikan pada pesanan internasional secara agregat," lapor S&P Global mengenai performa India yang cemerlang.

Tak mau kalah, Inggris juga mencatatkan performa gemilang. Pesanan ekspor mereka melonjak paling kencang dalam 18 bulan terakhir, membawa indeks aktivitas bisnis mereka ke titik tertinggi sejak April 2024.

Secara keseluruhan, meski lingkungan eksternal masih terasa "rapuh" karena faktor geopolitik, pelaku usaha global tampaknya sudah mulai menemukan cara untuk beradaptasi dan terus tumbuh di tahun 2026 ini.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya