Berita

Direktur Utama Agrinas Palma Jenderal TNI (Purn.) Agus Sutomo di peringatan HUT ke-1 Agrinas Palma di Menara Palma, Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026 (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Bisnis

Agrinas Palma Catat Pendapatan Rp4,3 Triliun, Laba Bersih Rp1,6 Triliun

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 23:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Jenderal TNI (Purn.) Agus Sutomo membeberkan capaian kinerja perusahaan setelah satu tahun beroperasi. 

Dalam kurun waktu tersebut, Agrinas Palma berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp4,3 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,6 triliun.

“Kita sudah lewat satu tahun gak berasa. Dan kita sudah mendapatkan Revenue Rp4,3 Triliun. Dengan keuntungan bersih Rp1,6 Triliun," ujar Agus dalam pidatonya pada acara syukuran satu tahun Agrinas Palma, Jumat, 23 Januari.


Tidak sampai di situ, Agrinas Palma juga telah memberikan tambahan penerimaan negara dengan menyetorkan dana hingga Rp530 miliar ke kas negara.

"Kita sudah menyumbang ke kas Negara Rp530 Milyar. Dan kita sudah naruh uang ke rekening escrow (Kejaksaan Agung) Rp1 Triliun,” ungkapnya.

Saat ini, total lahan yang dikelola Agrinas Palma mencapai 1,7 juta hektare. Namun, dari luasan tersebut, yang telah ditanami dan produktif seluas 774 ribu hektare. 

“Yang ada pohonnya 774 ribu hektare. Itulah yang kita kelola,” kata Agus.

Lebih lanjut, Agus menegaskan komitmen Agrinas Palma untuk berperan aktif dalam mendukung swasembada energi nasional. 

"Agrinas Palma tetap komitmen menjadi garda terdepan dalam mendukung swasembada energi nasional, sehingga mimpi Bapak Presiden Prabowo lima tahun ke depan Indonesia harus punya kemandirian di bidang energi bisa terwujud,” kata dia. 

Ia menyebut kelapa sawit sebagai salah satu sumber strategis yang dapat diolah menjadi biodiesel, sekaligus dikombinasikan dengan komoditas lain seperti singkong dan tebu untuk pengembangan ethanol.

Menurutnya, kemandirian energi menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan impor BBM yang selama ini membebani keuangan negara.

“Diharapkan nanti kita tidak lagi Untuk import. Karena kalau kita tidak import Berarti Penghasilan negara atau pendapatan negara Akan utuh. Sehingga semuanya akan Diwujudkan dalam Program-program Yang berhubungan dengan Kejahatan masyarakat,” ucap Agus.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya