Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Dunia

Hamas Sepakat Lucuti Senjata dengan Syarat

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 10:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelompok militan Palestina Hamas dilaporkan telah menyetujui untuk melucuti senjata sebagai bagian dari kesepakatan dengan Amerika Serikat. 

Dikutip dari RT, Junat 23 Januari 2026, dalam kesepakatan tersebut, Hamas dilaporkan bersedia menyerahkan persenjataan dan peta jaringan terowongan bawah tanahnya kepada AS melalui mekanisme yang tidak diungkapkan ke publik. Sebagai imbalannya, para pemimpin Hamas akan diberikan jaminan keluar aman dari Gaza dan kelompok itu diperbolehkan beralih ke aktivitas politik semata.

Mengutip sumber Palestina anonim, laporan Sky News Arabia menyebut AS menjanjikan bahwa Hamas masih dapat terlibat dalam proses politik di Gaza. Beberapa birokrat dan aparat kepolisian yang berafiliasi dengan Hamas juga akan diizinkan bekerja di pemerintahan baru, dengan syarat lolos pemeriksaan keamanan bersama Israel dan AS.


Selain itu, para pemimpin Hamas diklaim akan diizinkan meninggalkan Gaza dengan jaminan dari AS bahwa Israel tidak akan menargetkan mereka di luar negeri.

Hingga kini, Hamas dan pemerintah AS belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut. Israel juga belum mengeluarkan pernyataan, meski sumber yang sama menyebutkan bahwa Israel memiliki keberatan besar, terutama terhadap poin yang memungkinkan Hamas tetap aktif secara politik di Gaza.

Laporan ini muncul beberapa jam sebelum Presiden AS Donald Trump menandatangani pembentukan badan baru bernama “Dewan Perdamaian.” 

Awalnya, dewan ini dirancang sebagai kelompok teknokrat kecil yang sebagian besar dari negara-negara Teluk untuk mengawasi rekonstruksi dan pemerintahan Gaza.

Namun, dewan tersebut kemudian berkembang menjadi organisasi internasional besar yang dipimpin langsung oleh Trump, yang dalam piagamnya disebut sebagai “Ketua Trump.”  

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya