Berita

Ilustrasi Rupiah (RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

LPS: Tabungan Orang Kaya Tumbuh 22,76 Persen

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 09:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat fenomena menarik dalam struktur perbankan nasional sepanjang tahun 2025. Kelompok nasabah "bermodal besar" dengan saldo simpanan di atas Rp5 miliar mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, mencapai 22,76 persen secara tahunan (yoy).

Lonjakan pada kelompok simpanan bernilai besar ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan nasional yang berada di angka 13,83 persen (yoy).

Menurut Anggota Dewan Komisioner LPS, Ferdinan D. Purba, tingginya laju pertumbuhan tabungan di atas Rp5 miliar dipengaruhi oleh dua faktor utama. 


Pertama, penempatan dana pemerintah. Adanya penempatan dana dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah ke dalam sistem perbankan. Kedua, ketimpangan akumulasi dana.  Terdapat perbedaan laju pertumbuhan yang mencolok antara nasabah kaya dengan nasabah kecil (di bawah Rp100 juta) yang pertumbuhannya tercatat jauh lebih lambat.

Dominasi dana besar ini membuat kondisi likuiditas perbankan saat ini menjadi sangat melimpah atau longgar. Hal ini terlihat dari beberapa indikator kunci. 

Rasio AL/DPK: Alat likuid terhadap Dana Pihak Ketiga berada di level 28,57 persen per Desember 2025, angka yang jauh di atas ambang batas minimum.

Tekanan Suku Bunga Rendah: Karena bank memiliki cadangan dana yang melimpah (khususnya dari nasabah jumbo), perbankan tidak merasa perlu menaikkan suku bunga simpanan untuk menarik dana masyarakat.

Kebijakan LPS: Melimpahnya likuiditas ini menjadi salah satu alasan kuat LPS mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) di level 3,50 persen untuk Bank Umum dan 6,00 persen untuk BPR guna menjaga stabilitas sistem keuangan.

"Dana besar masih cenderung parkir di perbankan, sehingga bank memiliki ruang likuiditas yang cukup lebar untuk tidak menaikkan suku bunga dalam waktu dekat," ungkap Ferdinan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 22 Januari 2026.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya