Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Bisnis

Kelola 1 Triliun Dolar AS, Danantara Diyakini Siap Biayai Industri Masa Depan

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 07:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto meyakini Danantara memiliki kapasitas memadai untuk membiayai pengembangan industri masa depan. 

Keyakinan tersebut bertumpu pada besarnya aset kelolaan Danantara yang kini mencapai 1 triliun dolar AS, sehingga menempatkannya sejajar dengan lembaga pengelola dana global.

Dengan aset sebesar itu, Prabowo menilai Danantara memiliki posisi strategis untuk menjadi mitra utama dalam pembiayaan proyek-proyek industri, baik bersama investor global maupun pelaku usaha internasional.


“Dengan Danantara, saya dapat berdiri di sini, di hadapan Anda sebagai mitra yang setara,” tutur Prabowo dalam pidatonya pada pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) 2026, Kamis, 22 Januari 2026. 

Prabowo menegaskan, kapasitas Danantara memungkinkan Indonesia untuk berinvestasi bersama mitra global sekaligus mempercepat agenda industrialisasi nasional. 

“Kami akan berinvestasi bersama dan tumbuh bersama Anda. Danantara didirikan untuk membiayai dan membiayai bersama industri-industri masa depan. Kami bertekad untuk melakukan industrialisasi negara kami secara signifikan,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa besarnya aset yang dikelola harus diimbangi dengan tata kelola yang kuat dan profesional. 

Dalam rangka memperkuat efisiensi dan kualitas manajemen, pemerintah turut merencanakan rasionalisasi badan usaha milik negara (BUMN). Dari total 1.044 BUMN yang ada, jumlah tersebut akan disederhanakan menjadi sekitar 300 perusahaan agar lebih efektif dan kompetitif.

Prabowo turut memastikan kepemimpinan Danantara akan diisi oleh figur-figur terbaik. Ia bahkan membuka peluang perekrutan talenta global, termasuk warga negara asing, untuk menduduki posisi strategis di lembaga tersebut.

“Kami menginginkan otak dan pikiran terbaik di dunia,” imbuhnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya