Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dunia

Pidato di WEF 2026, Prabowo Sebut Ekonomi RI Siap Kejutkan Dunia

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 07:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengejutkan dunia. 

Optimisme tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis waktu setempat, 23 Januari 2026. 

“Saya yakin pertumbuhan kami, pertumbuhan ekonomi kami, akan secara signifikan mengejutkan banyak pihak di dunia,” ujar Prabowo. 


Prabowo mengakui bahwa perekonomian global saat ini tengah dihadapkan pada berbagai tantangan serius, mulai dari pengetatan kondisi keuangan global, meningkatnya tensi perdagangan internasional, hingga eskalasi ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan. 

Namun demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia mampu bertahan dan tetap stabil di tengah gelombang tekanan tersebut.

Ketangguhan itu, lanjut Prabowo, tercermin dari sejumlah indikator makroekonomi yang terjaga dengan baik. Ia mencontohkan inflasi tahunan Indonesia yang masih berada pada level stabil, yakni di kisaran 2 persen. 

Selain itu, pemerintah juga konsisten menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah ambang batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Tak hanya itu, Indonesia juga berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen selama satu dekade terakhir, sebuah capaian yang dinilai tidak mudah di tengah dinamika ekonomi global yang bergejolak.

“Dan saya yakin bahwa tahun ini, pertumbuhan (ekonomi) kami akan lebih tinggi,” tuturnya.

Prabowo menegaskan bahwa keyakinan tersebut bukan sekadar optimisme kosong. Ia menyebut, berbagai lembaga internasional telah memberikan pengakuan atas ketahanan ekonomi Indonesia berdasarkan data dan fakta yang ada.

Salah satunya, International Monetary Fund (IMF) pada November lalu menilai Indonesia sebagai “titik terang” (bright spot) di tengah meningkatnya ketidakpastian global serta memanasnya tensi perdagangan internasional.

“Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kami karena optimisme yang tidak berdasar. Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh,” tambah Prabowo.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya