Berita

Konferensi Pers Penetapan TBP LPS di Kantor Pusat LPS, Pacific Century Place, Kamis 22 Januari 2026. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Ini 4 Alasan Mengapa Bunga Penjaminan LPS Tidak Naik

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 07:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi menetapkan untuk mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) periode 1 Februari hingga 31 Mei 2026. 

Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada 19 Januari 2026, diputuskan bahwa besaran TBP tetap berada di angka; 3,50 persen untuk simpanan Rupiah di Bank Umum, 2,00 persen untuk simpanan Valas di Bank Umum, dan 6,00 persen untuk simpanan Rupiah di BPR.

Keputusan untuk tidak mengubah angka tersebut didorong oleh empat faktor fundamental ekonomi dan perbankan saat ini:


Pertama adalah Tren Penurunan Suku Bunga Pasar (SBP). Data menunjukkan bahwa suku bunga pasar, baik untuk simpanan Rupiah maupun valuta asing, masih bergerak dalam tren menurun. Hal ini memberikan ruang bagi LPS untuk menjaga TBP tetap stabil tanpa mengganggu dinamika pasar.

Kedua, Likuiditas Perbankan yang Memadai. Jumlah simpanan di sektor perbankan terus menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi likuiditas yang tergolong longgar ini meminimalisir tekanan bagi bank untuk menaikkan suku bunga simpanan secara agresif.

Ketiga, Cakupan Penjaminan yang Stabil. LPS menilai tingkat cakupan penjaminan simpanan saat ini masih sangat terjaga, sehingga kepercayaan nasabah terhadap sistem perbankan tetap kokoh.

Keempat, Sinergi Kebijakan Makroekonomi. Mempertahankan TBP dinilai sejalan dengan arah kebijakan ekonomi nasional yang fokus pada penguatan momentum pertumbuhan ekonomi.

Meskipun berlaku hingga akhir Mei 2026, LPS menegaskan bahwa penyesuaian TBP dapat dilakukan sewaktu-waktu (diskresi) apabila terjadi perubahan signifikan pada kondisi ekonomi, perbankan, maupun gejolak di pasar keuangan.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya